Bekasi Online

KPU Minta Media Bantu Sukseskan Pilkada

Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Sosialisasi dan SDM, Nurul Sumarhaeni.[IST]
posBEKASI.com, BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mengharapkan,  media bisa berperan mensukseskan Pilkada Kota Bekasi 2018 dengan mendidik, serta menyebarkan informasi benar tanpa hoax atau informasi rekayasa.

“Media memiliki peran besar dalam menyukseskan Pilkada serentak 2018. Begitu besar anggaran yang digunakan untuk pilkada diharapkan sukses dengan melahirkan kepala daerah yang bermartabat dan berintegritas,” kata Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Sosialisasi dan SDM, Nurul Sumarhaeni.

Nurul beranggapan, media mempunyai kekuatan dalam memberikan edukasi serta menyebarkan informasi pada suksesi Pilkada. Pihaknya mengajak media termasuk tim media pasangan Bakal Calon, berperan dalam mengawal dan menyukseskan Pilkada Kota Bekasi 2018.

Apalagi, penyebar konflik pilkada salah satunya tim media. Melalui produk yang dilahirkan dan diramu lalu disebarkan dalam bentuk informasi atau berita.”Makanya kita di KPU Kota Bekasi berharap berita yang disebarkan betul-betul berintegritas dan bukan hoax. Kami mengajak mari berpilkada secara berbudaya dan bertartabat. Kami juga kampanyekan Pilkada Kota Bekasi tanpa hoax,” tuturnya.

Dirinya berharap, kepada tim media paslon dan media massa baik cetak, elektronik dan media dalam jaringan (online) berperan dalam mendidik dan menyebarkan informasi yang betul dalam menyukseskan pilkada Kota Bekasi 2018.

Senada dikatakan oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Novita Ulya Hastuti. Menurutnya, peran media sangat besar dalam menyukseskan Pilkada serentak 2018. Namun, tidak dapat dipungkiri masih ada media yang kadang menyebarkan berita hoax atau tidak jelas dari mana sumbernya.

“Kita berharap tinggalkanlah berita yang tidak jelas sumbernya, tidak usah dibuat kalau itu tidak jelas, membuat orang semakin tidak percaya. Lebih baik fokus pada berita yang jelas sumbernya,” katanya.

Selain itu, peran media sangat jelas dalam Undang-Undang nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Hal ini tertuang sebagaimana tertuang dalam Kode Etik Jurnalistik.

Novita menuturkan, peran media juga sangat strategis dalam memberikan pendidikan politik. Pihaknya mengharap masyarakat mengawal pilkada ini. Salah satunya mengajak keluarga untuk mencegah terjadinya ‘money politic’. Mengingat tahapan Pilkada Kota Bekask akan melewati Bulan Ramadhan.

“Bulan Ramadhan kerap dimanfaatkan melaksanakan kegiatan yang ‘dibungkus’ dalam niat-niat tertentu atau ‘money politic’. Tetapi, kita di Panwaslu sudah dapat mengidentifikasi mana bantuan yang berbau money politic dan mana yang betul-betul riil bantuan,” jelasnya.

Panwaslu Kota Bekasi, kata dia, akan mengawasi media dari pasangan calon termasuk media sosial milik pasangan calon. Satu pasangan calon hanya dibolehkan melaporkan lima akun media sosial ke KPU. “Inilah yang akan jadi bahan pengawasan kita. Termasuk berita-berita di media cetak, online, dan media elektronik,” tandasnya.[REL/JAL/POB]

BEKASI TOP