Bekasi Online

Pencuri Motor di Babelan Tewas Dihajar Massa

Ilustrasi
Ilustrasi

POSBEKASI.COM – Pelaku pencurian sepeda motor tewas dihajar massa di kebun kosong di Perumahan Villa Gading Harapan I Gerbang Timur RT 04/04, Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis 10 Nopember 2016. Jenazah pelaku, Tambi, 52 tahun, dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk diautopsi.

Kapolsek Babelan Kompol Mualim Ucok Harahap mengatakan, Tambi tewas karena mengalami luka parah di bagian kepala dan sekujur tubuhnya. “Kepalanya robek dan terdapat luka memar di tubuhnya,” kata Kapolsek kepada wartawan, kemaren.

Dikatakannya, Tambi dikeroyok massa setelah berusaha mengambil sepeda motor Yamaha Vega ZR B 5579 TR milik Taryudi, 17 tahun. Saat sedang istirahat sejenak di kebun kosong, Taryudi tidak menyadari sepeda motornya hendak dibawa kabur Tambi.

Awalnya pelaku berusaha menghidupkan mesin, namun karena motor korban dibekali kunci rahasia maka mesin motor tak kunjung berderu. Tak hilang akal, Tambi mendorong sepeda motor korban dari lokasi kejadian.

Warga setempat Dakum, 48 tahun, yang melihat kejadian itu kemudian membangunkan Taryudi. Dibantu oleh warga, korban mengejar pelaku dengan cara berlari.

“Panik karena dikejar warga, pelaku meninggalkan sepeda motor korban di pinggir jalan dan dia melarikan diri ke semak belukar,” kata Kompol Ucok.

Tak ingin buruannya hilang, warga kompak menyusuri lokasi kejadian untuk menangkap Tambi. Beberapa warga melihat bayangan seseorang dan langsung menangkapnya. “Saat itu juga pelaku ditangkap warga dan menjadi amukan massa di lokasi kejadian,” terangnya.

Kompol Ucok menambahkan, setelah terkapar diamuk massa, pihak kepolisian lalu membawa Tambi ke Puskesmas Babelan untuk mendapat pertolongan pertama. Sayangnya saat ditangani oleh tim medis, Tambi justru menghembuskan nafas terakhirnya.

Saat jenazah pelaku digeledah, petugas tidak menemukan peralatan seperti letter T untuk membobol rumah kunci sepedda motor korban. Diduga, pelaku membuka paksa stang sepeda motor korban dengan cara dihentak, karena saat kejadian dalam keadaan terkunci.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Kunto Bagus menyayangkan aksi pengeroyokan yang dilakukan massa terhadap tersangka. Dia menilai, seharusnya massa menahan emosi dan menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk diproses.

“Ini negara hukum, biarlah diproses oleh petugas yang berwajib,” kata AKP Kunto.

AKP Kunto mengimbau kepada warga untuk selalu waspada terhadap aksi pencurian. Menurutnya, aksi pencurian itu terjadi karena adanya kesempatan dan kelengahan masyarakat. Untuk itu, warga jangan sampai lalai dalam menjaga harta bendanya karena bisa menjadi sasaran pelaku.[BEN]

BEKASI TOP