Walikota Beri “Kado HSN” Honor Guru Madrasah Paling Lambat November

Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Bekasi, Sabtu 22 Oktober 2016.[BEN]

Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Bekasi, Sabtu 22 Oktober 2016.[BEN]

POSBEKASI.COM – Walikota Bekasi Rahmat effendi menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, untuk lebih memerhatikan nasib kaum santri dan pondok pesantren dan memprioritaskan pencairan honor guru di sekolah dan madrasah yang masih tertunggak.

“Paling lambat pekan pertama November harus cair,” kata Walikota pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-Alun Kota Bekasi, Sabtu 22 Oktober 2016.

Selain memberi “kado” HSN dengan pencairan honor guru, Rahmat Effendi juga berjanji akan membantu perbaikan pesantren dan berencana memberikan insentif bagi pengelola Masjid, baik Masjid Raya maupun Masjid Jami yang jumlahnya mencapai 1.100 di Kota Bekasi.

“Kepala Bappeda harus mengevalusi seluruh kebijakan pembangunan agar aspek emosional spiritual tidak tertinggal,” katanya.

Pada peringatan Hari Santri Nasional yang dihadiri lebih dari 5 ribu santri, Walikota meminta seluruh elemen untuk menjadiakn Kota Bekasi sebagai miniatur RI.

Para santri mengikuti kirap peringatan Hari Santri Nasional di Kota Bekasi, Sabtu 22 Oktober 2016.[BEN]

Para santri mengikuti kirap peringatan Hari Santri Nasional di Kota Bekasi, Sabtu 22 Oktober 2016.[BEN]

“Jadikan Kota Bekasi sebagai miniatur Republik Indonesia yang dapat memberikan contoh pada kabupaten/kota lain bahwa kita bisa membangun dalam kemajemukan,” katanya.

Dikatakannya, Kota Bekasi sudah berkembang dengan pesat dan tidak ada lagi kaim minoritas mayoritas, perbedaan agama, ras, suku, budaya, semua sama menjadi warga Kota Bekasi yang peduli dalam perkembangan daerahnya.

Walikota menegaskan kepada masyarakat bahwa nanti rencana pada tahun 2017, warga yang mempunyai penghasilan dibawah rata-rata akan tidak perlu lagi sulit jika ada yang sakit, karena pihak RSUD maupun rumah sakit swasta akan membuat perjanjian dengan Kartu Keluarga saja warga bisa masuk ke Rumah sakit manapun.

“Asal sesuai dengan kriterianya, untuk itu peran Lurah dan dibantu dengan LPM harus benar benar tepat sasaran dalam mendata warga yang benar benar tidak mampu.[ISH]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.