Bekasi Online

Makan Minum Setda Karawang Rp6,5 M Masuk Pada APBDP

Kantor Bupati Karawang.[DOK]
Kantor Bupati Karawang.[DOK]
POSBEKASI.COM – DPRD Kabupaten Karawang kecewa alokasi anggaran makan minum sebesar Rp6,5 miliar pada APBD perubahan 2016.

“Ini sangat ironis, saat defisit anggaran sekitar Rp40 miliar, Pemkab Karawang justru mengalokasikan anggaran makan minum yang cukup fantastis, sebesar Rp6,5 miliar,” kata anggota DPRD Karawang, Natala Sumedha nya, di Karawang, kemaren.

Dikatakannya, anggaran makan minum untuk Sekretariat Daerah (Setda) Karawang yang mencapai Rp6,5 miliar terlalu mengada-ada. Sebab alokasi anggaran tersebut hanya untuk memenuhi belanja makan minum selama tiga atau dua bulan ke depan.

“Seharusnya anggarannya tidak sebesar itu, karena tidak akan mungkin terserap dalam waktu tiga bulan,” katanya.

Anggaran yang cukup besar tersebut jelas tidak “bersentuhan” langsung dengan kepentingan publik. Karena itu Fraksi DPRD Karawang kecewa atas lolosnya anggaran Rp6,5 miliar untuk kebutuhan makan minum Setda Karawang.

Menurut dia, sejak jauh-jauh hari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Karawang menyatakan mengalami defisit anggaran hingga mencapai Rp40 miliar.

Saat terjadi defisit anggaran, Pemkab Karawang mengurangi anggaran untuk kepentingan publik seperti mengurangi alokasi anggaran pembangunan infrastruktur, kesehatan, fasilitas pendidikan, dan lain-lain.

Tetapi di sisi lain, Pemkab Karawang justru meloloskan anggaran makan minum Setda pada APBD perubahan 2016 dengan alokasi anggaran cukup besar, mencapai Rp6,5 miliar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Karawang Teddy Ruspendi Sutisna sebelumnya menyatakan anggaran makan minum Setda Karawang yang mencapai sebesar Rp6,5 miliar sudah rasional dan sesuai dengan kegiatan Setda.

Ditanya terkait anggaran yang mencapai Rp6,5 miliar itu, ia menegaskan kalau anggaran makan minum Setda Karawang hanya sebesar Rp1,3 miliar. Sisanya dialokasikan untuk kegiatan pengadaan dan administrasi lainnya.

“Kalau anggaran untuk makan minum tergantung tamu penting yang datang dan tidak bisa kita prediksi kapan mereka datang. Jadi saya tegaskankan anggaran makan minum itu sudah rasional,” katanya.[ANT/BEN]

BEKASI TOP