Bekasi Online

DPRD Jabar Soroti Kontraktor “Hitam” Bangun Gedung Mina Asrama Haji Bekasi

Pengerjaan proyek pembangunan Gedung Mina E Asrama Haji Bekasi yang diduga dikerjakan perusahaan “hitam”.[YAN]
Pengerjaan proyek pembangunan Gedung Mina E Asrama Haji Bekasi yang diduga dikerjakan perusahaan “hitam”.[YAN]
POSBEKASI.COM – DPRD Jawa Barat menyayangkan pembangunan Gedung Mina E Asrama Haji Kota Bekasi dibangun oleh kontraktor bermasalah “hitam”.

“Kami sangat prihatin pembangunan proyek Asmara Haji Kota Bekasi dibangun oleh kontraktor bermasalah. Dimana pemberitaan media proyek tersebut dibangun oleh perusahaan yang sering bermasalah,” kata Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat H Syahrir,SE, seperti dikutip dari laman Transindonesia.co, Rabu (27/7/2016).

Proyek pembangunan Gedung Mina E senilai Rp63 miliar itu dikerjakan oleh kontraktor PT.Tirta Dhea Addonnic (TDAP) yang ditenggarai sebagai perusahaan bermasalah dan mengusai proyek di Kementerian Agama (Kemenag).

Apalagi kata Syahrir, pekerjaan proyek tersebut dilaksanakan mendekati musim haji yang dapat mengganggu jalannya program baik keberangkatan maupun kepulangan jamaah haji.

“Sangat disayangkan pekerjaan proyek dilaksanakan menjelang bulan haji, akibat dari pekerjaan itu jelas dapat mengganggu aktivitas calon jamaah haji,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar itu.

Anggota Dewan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jabar itu berharap, ada kebijakan atau solusi terbaik dan jamaah haji merasa nyaman dan bisa menjalani latihan maupun bimbingan haji sebelum berangkat.

“Tentunya saya berharap berharap ada kebijakan atau solusi terbaik untuk jamaah haji sehingga baik keberangkatan maupun kepulangan jamaah haji dapat terkonsentrasi di Asrama Haji Bekasi,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Kementerian Agama Wilayah Jawa Barat, A Bukhori, saat acara pelantikan pengurus IPHI Jabar periode 2016-2021 di Asrama Haji Kota Bekasi, pada Selasa (19/7/2016) lalu, kepada awak media membenarkan, pembangunan Gedung Mina E yang bersebelahan dengan Gedung D telah berjalan satu bulan terkahir ini tidak dapat menampung kepulangan jemaah haji 2016 menyusul adanya proyek rehabilitasi gedung penginapan.

“Yang kemungkinan paling terganggu akibat proyek tersebut ialah aksesabilitas keluar masuknya armada bus penjemput jemaah,” kata Bukhori.

Saat itu Bukhori juga menyatakan, kegiatan tersebut akan membuat jemaah haji yang biasa menginap di Asrama Bekasi pada tahun ini tidak lagi pulang ke daerah asal melalui Asrama Haji di Kota Bekasi. Setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, rombongan jemaah haji langsung pulang ke daerahnya masing-masing.

Bukhori menyebutkan, hingga saat ini pihaknya masih mempertimbangkan dua opsi menyangkut pengurusan dokumen serta pengecekan barang bawaan jemaah saat kepulangan, yakni opsi pertama berupa pemulangan langsung dari bandara dan seluruh keperluan tersebut dilaksanakan di Halim dan opsi kedua, dengan memanfaatkan Asrama Haji DKI Jakarta di Pondok Gede untuk pelaksanaan pengurusan hal-hal tersebut.

“Kedua opsi masih kami bahas, tapi yang pasti tidak ada pemulangan melalui Asrama Haji di Bekasi ini,” teragnya.

Bukhori mengatakan, pembangunan Gedung Mina E baru dalam tahap konstruksi awal dan pengerjaannya sudah dimulai sebulan terakhir dengan ditarget selesai pembangunan pda Desember 2016 ini.

“Jadi baru pemberangkatan jemaah haji tahun depan yang sudah bisa memanfaatkan gedung baru tersebut,” katanya.

Dimana selama pekerjaan pembangunan lokasi proyek tersebut ditutup sekelilingnya menggunakan seng dan sejumlah alat berat tampak di lokasi proyek, berikut besi-besi yang akan dijadikan pondasi gedung.

Pembangunan tersebut dibiayai dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Nasional (APBN) sebesar Rp63 miliar itu setara dengan jumlah jemaah dalam satu kloter, yakni berkisar 450 orang.[YAN]

BEKASI TOP