Bekasi Online

Direktur RS Kartika Husada Bekasi Akui Beli Vaksin Palsu

Direktur RS Kartika Husada, dr Budi Santoso.[SOF]
Direktur RS Kartika Husada, dr Budi Santoso.[SOF]
POSBEKASI.COM – Direktur RS Kartika Husada, dr Budi Santoso, mengakui dari data internal ada dugaan dua pasien yang terindikasi vaksin palsu, namun sampai saat ini belum datang mengadu.

“Kita berupaya untuk mencari dua pasien itu agar dapat ditindaklanjuti apakah positif terkena vaksin palsu atau tidak,” kata Budi kepada Posebekasi.com, usai acara “Forum Dengar Pendapat Persoalan Vaksin Palsu, Muspika se-Kecamatan Setu, RS dan Masyarakat Dalam Rangka Antisipasi Keresahan Masyarakat” yang difasilitatori oleh Polsek Setu, di Aula Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/7/2016).

Budi juga mengakui, pihaknya pernah membeli yang di duga vaksin palsu seperti data yang dirilis oleh Kemenkes. Oleh Kemenkes mendapati tiga jenis vaksin palsu pada RS Kartika Husada yakni, vaksin jenis Hepatitis B, Vaksin BCG dan vaksin Campak Kering.

Bahkan Budi menyatakan, vaksin palsu jenis serum untuk anti bisa ular masih utuh dan belum pernah digunakan pihaknya sudah diserahkan pada Satgas.

Menurut Budi, pihaknya tidak ada niatan membeli vaksin palsu pada saat langka (kosong) di pasaran dan sama sekali tidak mengetauhi kalau vaksin yang dibeli dari agen ternyata palsu.

“Kita membelinya saat vaksin kosong di pasaran, karena rumah sakit harus punya persedian kita beli vaksin. Momen itulah dimanfaatkan agen untuk memasukan persediaan vaksin, makanya Bareskrim Polri memanggil kita. Karena nilainya sangat mahal maka jumlah persedian vaksin tidak banyak. Sama sekali tidak ada niatan dan kami tidak mengetauhi kalau vaksin itu ternyata palsu,” kata Budi yang sudah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

Acara “Forum Dengar Pendapat Persoalan Vaksin Palsu, Muspika se-Kecamatan Setu, RS dan Masyarakat Dalam Rangka Antisipasi Keresahan Masyarakat” yang difasilitatori oleh Polsek Setu, di Aula Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/7/2016).[SOF]
Acara “Forum Dengar Pendapat Persoalan Vaksin Palsu, Muspika se-Kecamatan Setu, RS dan Masyarakat Dalam Rangka Antisipasi Keresahan Masyarakat” yang difasilitatori oleh Polsek Setu, di Aula Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/7/2016).[SOF]
Poli Anak Tutup

Sementara, informasi yang di dapat Posbekasi.com, Poli Anak RS Kartika Husada yang biasanya ramai dikunjungi pasien khususnya balita sejak Jumat (15/7/2016) lalu sampai hari ini tidak buka praktek dan tidak terlihat ada kunjungan pasien.

Tutupnya Poli Anak tersebut dikarenakan dokter anak tidak masuk kerja atau berpraktek di RS Kartika Husada yang beralamat di Jalan MT Haryono, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu.

“Sejak terungkapnya kasus vaksin palsu sampai saat ini tidak ada praktek dokter di Poli Anak. Mungkin saja para dokter itu khawatir  banyaknya pengaduan masyarakat. Jadi sementara mereka tidak bekerja sampai ada kejelasan status dari pemerintah maupun Polri,” kata sumber Posbekasi.com.[SOF]

BEKASI TOP