Bekasi Online

GMBI Desak Kejari Cikarang “Seret” Kades Korupsi Rutilahu

Masa GMBI demo didepan Gedung Kejari Cikarang meminta seret para Kades korupsi Rutilahu, Kamis (12/5/2016).[YAN]
Masa GMBI demo didepan Gedung Kejari Cikarang meminta seret para Kades korupsi Rutilahu, Kamis (12/5/2016).[YAN]
POSBEKASI.COM – Ratusan massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) berunjuk rasa di Kejari Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (12/5/2016), mendesak Kejari menyeret  dan memeriksa Kepala Desa (Kades) yang diduga korupsi dana pembangunan Rutilahu (rumah tidak layak huni).

Kapolsek Cikarang Pusat AKP Bobby Kusuma Wrdana,SH,SIK, memimpin pengamanan gabungan dengan Polsek Cikarang Pusat dengan rayonisasi Polresta Bekasi.

“Masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa wajib hukumnya bagi Polri memberikan pelayanan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat tersebut.Tentu semuanya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata AKP Bobby.

Sebelumnya, Bobby meminta seluruh anggotanya yang diterjunkna pengaman unjuk rasa tidak terpancing hingga dapat mengkeruhkan situasi.

Pukul 10.00 sekitar 250 massa LSM GMBI yang dipimpin Ketua GMBI, Rahmat Gunasin Alias Boksu, tiba di depan Kantor Kejari Cikarang yang telah dikawal ketat aparat kepolisian.

Kapolsek Cikarang Pusat AKP Bobby Kusuma Wrdana saat memberi pengarahan pengamanan unjuk rasa yang digelar ratusan masa GMBI didepan Gedung Kejari Cikarang, Kamis (12/5/2016).[YAN]
Kapolsek Cikarang Pusat AKP Bobby Kusuma Wrdana saat memberi pengarahan pengamanan unjuk rasa yang digelar ratusan masa GMBI didepan Gedung Kejari Cikarang, Kamis (12/5/2016).[YAN]
Massa secara bergantian melakukan orasi mendesak Kejari Cikarang mengusut korupsi pembangunan Rutilahu yang dilakukan oleh oknum-oknum Kades bersama aparat terkait lainnya.

Kasi Intel Kejari Cikaranag, Adhawan Hari,MH, yang menerima utusan GMBI guna menampung aspirasi yang dibawa oleh GMBI.

Saat mendapat desakan sejumlah utusan GMBI, Adhawan menyatakan, “Tunggu dulu, bersabar, karena personil kejaksaan sangat terbatas,” katanya.

Jawaban yang tidak penuh kepastian itu membut GMBI tidak puas bahkan mereka keluar meninggalkan Adhawan dan melanjutkna orasi yang lebih tajam meminta Kejari menyeret Kades-Kades yang korupsi.

Hingga massa GMBI membubarkan diri, situasi yang di kawal ketat polisi itu terkendali aman dan tertib.[YAN]

BEKASI TOP