
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com — Prestasi gemilang dan membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Bekasi di kancah global setelah Atha Fathurrahman, siswa Kelas 2 SDN Waluya 02, Kecamatan Cikarang Utara, sukses menyabet Penghargaan Emas pada ajang kompetisi matematika internasional IMEC Olympiad 2025/2026.
“Senang. Waktu nama saya belum dipanggil, mulai dari juara Honorable Mention, juara dua, sampai akhirnya nama saya dipanggil, juara 1, saya sempat keluar air mata,” ujar Atha dikutip dari laman Pemkab Bekasi, Selasa (11/8/2026).
Ajang IMEC Olympiad (International Mathematics Exam Center Olympiad) yang diselenggarakan oleh UniCEP Committee asal Australia tersebut mempertemukan pelajar berbakat dari berbagai negara, di mana babak puncaknya sukses dihelat di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Lombanya di Kuala Lumpur, Malaysia. Saya berangkat naik pesawat bersama ayah, ibu, dan oma. Di sana sekitar tiga hari,” kata Atha dengan antusias menceritakan pengalamannya.
Di balik kesuksesan tersebut, perjalanan bocah berbakat ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang mulai dari penyisihan daring hingga seleksi ketat tingkat internasional berkat dukungan penuh keluarga serta lembaga pendidikan.
“Awalnya kami ikut les di sebuah lembaga, kemudian Atha mendapatkan beasiswa. Dari sana dia mengikuti berbagai lomba secara online yang memang sudah masuk taraf internasional. Ada babak penyisihan dan final, jadi tidak langsung ikut kemudian mendapatkan juara,” jelas Rahman, ayah Atha.
Tidak hanya meraih kategori gold, penampilan impresif Atha di babak final membuatnya turut diganjar predikat khusus karena berhasil menjawab sebagian besar soal dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
“Untuk yang final di Malaysia kemarin, dia mendapatkan dua kategori, satu Gold dan satu Diamond. Diamond itu diberikan untuk penilaian jawaban yang mencapai 90 persen benar,” ungkap Rahman.
Bakat besar yang dimiliki Atha sendiri telah terpupuk sejak usia dini berkat kebebasan yang diberikan orang tua dalam mengeksplorasi rasa ingin tahu, mulai dari ketertarikan terhadap astronomi hingga berlanjut ke dunia angka.
“Kami sebagai orang tua tidak pernah memaksa. Awalnya dia tertarik dengan planet dan benda-benda bulat, kemudian mulai tertarik dengan negara dan dari situ mulai suka berhitung. Kami melihat minatnya, lalu kami carikan wadah yang sesuai,” tutur sang ayah.
Benih prestasi tersebut sejatinya sudah mulai tampak sejak Atha masih duduk di bangku taman kanak-kanak manakala ia mulai berani tampil di berbagai ajang kompetisi matematika tingkat nasional.
“Dari TK dia sudah ikut lomba matematika nasional. Memang waktu itu baru mendapatkan juara harapan, tetapi kami melihat memang sudah ada bakat dan ketertarikan. Ketika mendapatkan kesempatan melalui Olympic Champ, Alhamdulillah bakatnya bisa tersalurkan,” tambahnya.
Kepala SDN Waluya 02 Kecamatan Cikarang Utara, Eber, menyambut prestasi luar biasa ini dengan rasa bangga yang mendalam, seraya menekankan pentingnya kedisiplinan dan dukungan moral bagi tumbuh kembang potensi siswa.
“Kalau ingin berprestasi, ya harus disiplin. Kalau ingin menjadi orang baik juga harus disiplin. Disiplin menjadi salah satu program sekolah dan kami terus menanamkan itu kepada anak-anak,” kata Eber.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi pelajar lainnya, pihak sekolah berkomitmen untuk terus merangkul dan memperkenalkan para siswa berprestasi agar mampu menginspirasi lingkungan sekitar.
“Kami sangat mengapresiasi dan sangat luar biasa atas prestasi Atha. Ke depan, Atha dan siswa kami yang berprestasi lainnya akan kami perkenalkan di lingkungan sekolah. Tujuannya untuk mendorong anak-anak lain dan para orang tua agar semakin termotivasi,” kata Eber. [gha]

