Posbekasi.com

Progres 65%, Sekolah Rakyat Bekasi Siap Beroperasi Juli 2026

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mendampngi Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman saat meninjau progres pembangunan proyek Sekolah Rakyat di kawasan Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (18/5/2026). Posbekasi.com / Ist

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi di kawasan Deltamas, Cikarang Pusat, dipastikan berjalan sesuai target untuk mulai beroperasi pada tahun ajaran baru, Juli 2026. Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Dudung Abdurachman, bersama Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, langsung meninjau lokasi proyek pada Senin (18/5/2026) demi memastikan percepatan pembangunan fisik yang kini telah mencapai 65,24 persen.

“Targetnya bulan Juli sudah bisa operasional. Saat ini proses pembangunan terus dikebut,” kata Kepala Staf Kepresidenan RI, Dudung Abdurachman.

Proyek strategis ini merupakan bagian dari program nasional Presiden RI untuk menghadirkan pendidikan gratis berkualitas dengan fasilitas asrama bagi masyarakat rentan. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menghibahkan lahan seluas lima hektar, sementara pengerjaan fisik bangunan digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama pihak kontraktor.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan lahan sekitar lima hektar untuk pembangunan Sekolah Rakyat ini. Dari pemerintah daerah nanti juga akan berkontribusi dalam mendukung infrastruktur penunjang, salah satunya terkait saluran air dan sistem drainase agar berjalan baik,” ujar Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.

Sekolah Rakyat ini dialokasikan khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data Dinas Sosial, serta anak-anak yang putus sekolah. Secara keseluruhan, kuota yang disediakan mencapai 1.080 siswa yang tersebar untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Sekolah ini sangat membantu masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya keluarga kurang mampu dan anak-anak yang sempat putus sekolah agar tetap bisa mendapatkan pendidikan,” tambah Asep Surya Atmaja.

Hingga saat ini, proses pendaftaran calon peserta didik baru terus berjalan. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 71 pendaftar untuk tingkat SMP dan 80 pendaftar untuk tingkat SMA, sementara tingkat SD masih relatif minim dengan jumlah 10 siswa karena faktor penyesuaian sistem asrama.

“Untuk tingkat SD memang masih sedikit karena sebagian orang tua belum siap melepas anaknya mengikuti pendidikan berasrama. Padahal konsep sekolah ini juga bertujuan membentuk karakter anak,” jelas Asep.

Fasilitas yang disediakan di Sekolah Rakyat ini dipastikan sangat komprehensif untuk menjamin kenyamanan siswa selama menempuh pendidikan. Seluruh biaya hidup dan perlengkapan siswa akan ditanggung penuh oleh pemerintah guna menghilangkan sekat akses pendidikan bagi warga miskin. [gha]

BEKASI TOP