
Dalam sambutan dan sekaligus membuka acara ajan seni bagi kaum Distabilitas, Abdillah mengatakan, digelarnya acara Hari Disabilitas Internasional (HDI) tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2018 merupakan bentuk penghargaan dari Dunia Internasional dan membangun kepedulian kepada penyandang Disabilitas agar di rasakan oleh penyandang Disabilitas, mengangkat thema Masyarakat Inklusif dan ramah Disabiltas, agar masyarakat mengetahui bahwa penyandang Disabilitas memiliki hak yang sama, untuk hidup dengan hak yang sama di masyarakat.
Lanjut Abdillah menambahkan, kaum Disabiltas jangan di pandang sebelah mata, karena merekapun mampu memberikan karya nyata, dan dalam kesempatan ini kaum disabilitas dapat menunjukan kemampuannya seperti mampu menari sekalipun tidak dapat mendengar, bahkan seperti Rio Ardi Perdana penyandang disabiltas namun dapat berkarya sampai ke tingkat Propinsi Jawa Barat juara 3 Puisi.
“Kaum Disabiltas di Kabupaten Bekasi seyogyanya ramah dan nyaman berada di Indonesia, dan khususnya juga di Kabupaten Bekasi, karena sebagai warga Negara Indonesia memiliki hak yang sama, sehingga lewat acara ini mengingatkan kita kembali bahwa kita semua harus saling menghargai, sehingga terjalin tali silaturahmi yang baik,” ujar Abdillah.
Acara yang dihadiri sekitar 800 para penyandang Disabilitas nampak sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut.
Dimulai dengan pembacaan Doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Kabupaten Bekasi, acara peringatan HDI di mulai.
Kepala Bidang Rehabilitasi Daryono sebagai ketua panitia acara mengatakan bahwa bertujuan mengembangkan dan meningkatkan kesejahtraan penyandang Disabilitas.
Dinas Sosial dalam kesempatan tersebut memberikan bantuan e-KTP, Kartu Keluarga, kursi roda, dan secara simbolik diberikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.[RIC/ZEN/POB]

