
“Saya pikir kita melihat dua tim bagus bertanding, tapi Persija lebih ingin menang. Namun Saya tidak bisa menggugat hasilnya,” kata Simon dalam jumpa pers usai pertandingan.
Simon menambahkan, sulit untuk mengangkat motivasi para pemainnya untuk laga ini. Pasalnya, para pemain Bhayangkara FC telah memastikan diri juara Liga 1.
Melawan Persija, Simon sendiri merasa ini pertandingan yang sulit. Meski status laga ini adalah laga kandang buat Bhayangkara, suporter Persija lebih mendominasi Stadion Patriot.
Simon mengakui berselebrasi di hadapan puluhan ribu Jakmania sedikit aneh. Namun ia mengungkapkan hal tersebut bukan barang baru bagi Bhayangkara FC.
Menurutnya keberhasilan juara ini bukan sesuatu yang mudah. Itu karena Bhayangkara bermain hampir tanpa dukungan suporter di laga kandang.
“Di sepanjang musim kami bermain kandang dengan jumlah suporter lawan lebih banyak. Ini sedikit membuat kami frustasi, tapi kami tidak bisa mendatangkan fans begitu saja,” ujar Simon mengakhiri.

Dilaporkan, ratusan supporter The Jackmania Setu sempat dikawal petugas Polsek Setu, Polrestro Bekasi sebelum berangkat ke Stadion Patriot menyaksikan laga Persija Jakarta vs Bhayangkara FC.
Sejak petang, sekitar 150 suporter Jack Mania berkumpul di parkiran ruko samping Mapolsek Setu, Desa Cijengkol, keberangkatannya dikawal petugas patroli dengan rute mulai titik kumpul – Mustika Jaya – Perempatan Lampu Merah Legenda – Kalimalang – Bekasi Timur – Stadion Patriot Kota Bekasi.
“Sebelum berangkat para supporter kita beri pengarahan agar tidak melakukan pengruskan atau membuat keributan baik di perjalanan maupun di dalam stadion, selain itu juga disampaikan untuk mematuhi peraturan lalulintas,” kata Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH.
Polisi juga melakukan pemeriksaan barang bawan serta tas para supporter. “Pemeriksaan barang bawaan itu guna memastikan tidak ada suporter membawa barang-barang yang dilarang seperti, minuman keras, narkoba maupun senjata tajam,” katanya.[BOLA/RAD]

