
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Perkembangan internet, kecerdasan buatan, dan media sosial menuntut pola asuh yang lebih adaptif bagi orang tua dalam mendidik Generasi Alpha yang akrab dengan teknologi sejak dini. Kondisi ini membawa peluang sekaligus tantangan besar bagi tumbuh kembang anak di masa depan.
“Tema ini sangat penting karena menyentuh langsung peran seorang ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Generasi Alpha memiliki potensi luar biasa, namun mereka juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Oleh karena itu, orang tua harus mampu beradaptasi agar dapat mendampingi anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berkarakter,” ujar Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep Surya Atmaja.
Pernyataan tersebut disampaikan Nia saat menghadiri Pertemuan Rutin DWP Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang mengangkat tema Tantangan Mendidik Generasi Alpha di Era Digital di Aula Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota DWP dalam menghadapi perubahan pola pengasuhan anak di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
“Teknologi bukan sesuatu yang harus dijauhi, tetapi harus diarahkan. Masa depan anak-anak kita ada di era digital, sehingga tugas kita adalah membimbing mereka agar mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Nia menjelaskan, kemajuan teknologi memang memberikan manfaat literasi digital bagi anak, namun tanpa pendampingan yang tepat, risiko seperti kecanduan gawai hingga gangguan kesehatan mental menjadi ancaman serius. Menurutnya, pola asuh konvensional sudah tidak lagi memadai sehingga orang tua harus hadir sebagai pendamping yang memahami perkembangan digital.
“Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Karena itu, orang tua harus menjadi role model dalam menggunakan teknologi. Bangun komunikasi yang hangat, tanamkan nilai agama dan akhlak, serta dampingi mereka agar mampu memanfaatkan dunia digital secara bijak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nia mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadi Smart Mom yang mampu memberikan literasi digital serta menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi sarana berbagi pengalaman untuk memperkuat sinergi dalam membangun keluarga yang adaptif tanpa meninggalkan nilai moral dan budaya.
“Saya berharap DWP terus menjadi ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang saling menguatkan bagi seluruh anggotanya. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi Kabupaten Bekasi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan digital, tetapi juga kokoh secara moral, spiritual, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. [gha]

