
BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Duka mendalam tengah menyelimuti masyarakat Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Sang pamong terbaik, Lurah Cimuning, Omad Sandra Saputra, S.E., (49 tahun), telah berpulang ke rahmatullah pada Senin, 15 Juni 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di RS Nusantara Padurenan, Mustikajaya, setelah sempat dibawa dari kediamannya untuk mendapatkan perawatan medis pada pukul 05.00 WIB di hari yang sama. Kepergiannya yang teramat cepat meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, serta seluruh warga yang pernah merasakan sentuhan kebaikannya.
Lurah Omad adalah cerminan sejati dari seorang abdi negara yang merangkak dari bawah. Sebagai putra asli Cimuning, perjalanan kariernya membawa Kelurahan Cimuning ke puncak juara tiga kinerja berpesta se-Jawa Barat. Dimulai sejak menjadi pegawai honorer di Kantor Lurah Cimuning. Berkat kerja keras dan dedikasinya, beliau berhasil diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga akhirnya dipercaya memimpin tanah kelahirannya sebagai Lurah Cimuning sampai akhir hayatnya.
Semasa hidupnya, putra mantan Kepala Desa Cimuning Haji Muhamad Suganda ini dikenal santun ini tak pernah menunjukkan rasa amarah. Beliau bersih dari konflik dengan warga dan begitu mencintai perannya dalam melayani masyarakat. Kinerjanya yang luar biasa sangat menonjol dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat RT hingga RW. Beliau benar-benar menjadi sosok yang mengayomi.
Salah satu warisan terbaik yang ditinggalkan almarhum adalah komitmennya yang tanpa batas dalam melayani. Beliau membuat terobosan luar biasa dengan berkantor secara bergiliran di sekretariat-sekretariat RW di wilayah Kelurahan Cimuning.
Terobosan ini sengaja dilakukan untuk “jemput bola”—mendengar langsung persoalan warga sekaligus mempercepat penyelesaian administrasi yang dibutuhkan masyarakat tanpa birokrasi yang berbelit.
Almarhum dikenal sebagai pemimpin yang ramah, supel, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Ia tidak segan untuk datang langsung ke rumah warga yang membutuhkan uluran tangannya. Menariknya, beliau adalah sosok pemimpin yang sangat menghargai undangan warga; bahkan jika hanya diundang melalui pesan singkat WhatsApp, beliau selalu mengusahakan diri untuk hadir di tengah-tengah masyarakat.
Kedekatan dengan Komunitas dan Pesantren
Jejak kebaikan Lurah Omad juga membekas kuat di hati keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Almarhamah Khairu Ummah. Beliau hampir tidak pernah absen dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Ponpes tersebut.
Kenangan terakhir yang begitu melekat adalah saat Lurah Omad didampingi sang istri tercinta menghadiri acara buka puasa bersama di Masjid Khulafaur Rasyidin, Kompleks Yayasan Almarhamah Khairu Ummah, Jalan Betok, Kampung Cimuning, pada Ahad, 8 Maret 2026 lalu.
Kepergian almarhum menyisakan kesedihan mendalam bagi Pimpinan Ponpes Almarhamah Khairu Ummah, Ustadz H. Mohammad Subchansyah, S.T., M.T.
“Innalillahi wa inna ilaihi ro’jiun… Ya Rabbi .. Pak Omad…😢😢” tulis Ustadz Subchansyah dengan rasa kehilangan sosok abdi masyarakat yang baik saat mendapat kabar kepulangan Lurah Omad.
Jauh sebelum menjabat sebagai Lurah, saat masih muda dan berstatus lajang sebagai tenaga honorer, Omad sudah dikenal sebagai sosok yang sangat baik dan simpatik. Beliau pandai bergaul dengan para pendatang baru, termasuk di kawasan Perumahan Bekasi Timur Regensi (BTR). Di masa mudanya, almarhum juga aktif berolahraga dan kerap ikut bermain sepak bola bersama komunitas setempat yang dimotori oleh Haji Dodi Suhardi.
Setelah melepas masa lajang dan mempersunting istri tercinta, beliau sempat tinggal di Blok E BTR. Di sinilah ia banyak mengambil peran penting dalam membantu proses administrasi perpindahan warga dari berbagai daerah yang ingin menetap di BTR.

Selamat Jalan Sang Pamong
Sebelum dibawa ke Pemakaman Kramat Sentul Cimuning, ratusan warga turut melaksanakan shalat jenazah yang juga dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Camat Mustikajaya, anggota DPRD Kota Bekasi, di Masjid Jamj Atthahiriyah komplek perkantoran Kelurahan Cimuning.
Tokoh masyakarat Cimuning, Boy, yang turut mengantarkan almarhum ke pemakaman berharap Pemkot Bekasi memberi penghargaan untuk Lurah Omad dengan menambalkan nama Jalan Betok menjadi Jalan Lurah Omad Sandra Saputra. Hal ini untuk mengingat darma bakti dan dedikasi tinggi almarhum putra Cimuning tersebut.
Lurah Omad Sandra Saputra kelahiran 30 Desember 1976, telah menyelesaikan tugasnya di dunia dengan husnul khatimah. Beliau pergi dengan meninggalkan seorang istri tercinta, tiga orang anak dan seorang cucu, serta sejuta memori kebaikan yang akan terus hidup di sanubari warga Cimuning.
Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafan dan dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadah pengabdiannya, serta membalas segala kebaikannya dengan tempat terbaik di jannah-Nya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan. Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin. [hsb]

