
BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, terus aktif menyambangi masyarakat di berbagai wilayah Kota Bekasi melalui serangkaian kegiatan sosial dan keagamaan sepanjang bulan Ramadan. Fokus utama kegiatannya meliputi santunan anak yatim dhuafa di Rawalumbu serta safari Tarawih Keliling di Bantargebang sebagai upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan ketaqwaan umat.
“Tentunya kami mengapresiasi tinggi kegiatan yang baik ini. DKM melakukan berbagai macam kegiatan sosial, bukan saja dalam hal dakwah, namun juga dapat hadir di tengah masyarakat serta melakukan hal yang berdampak langsung dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitar. Semoga Allah SWT selalu limpahkan keberkahan untuk kita dan Kota Bekasi tercinta,” ujar Bobihoe.
Dalam kesempatan menghadiri santunan di Masjid Jami Al Ikhlas, Rawalumbu, Bobihoe mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas sosial, salah satunya dengan mendoakan saudara-saudara yang menjadi korban bencana longsor di Bantargebang.
“Mari jadikan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk diisi dengan berbagai kegiatan positif sekaligus stimulus terhadap peningkatan ketaqwaan. Saya juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk bersama-sama mendoakan para korban bencana longsor di Bantargebang agar diberikan kekuatan dan ketabahan,” imbau Bobihoe.
Agenda safari ibadah kemudian berlanjut pada Ahad (8/3/2026), di mana orang nomor dua di Kota Patriot tersebut hadir di Masjid Jami Al-Hamidiyah, Bantargebang. Dalam suasana yang bersahaja, ia mengajak warga untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan kekuatan umat melalui ibadah berjamaah.
“Salat berjamaah di masjid adalah pilar kekuatan umat, tempat kita mempererat ukhuwah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari jadikan masjid sebagai pusat kegiatan keislaman dan kebersamaan, tempat berkumpulnya umat yang cinta kepada agamanya,” ajak Wawali Abdul Harris Bobihoe.
Menutup rangkaian kegiatannya, Bobihoe menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penerus perjuangan tokoh-tokoh besar Bekasi, seperti KH Noer Ali. Ia optimis bahwa dengan peningkatan kualitas iman dan takwa, generasi muda Kota Bekasi mampu bersaing di tingkat global serta mewujudkan masyarakat madani yang sejahtera.
“Generasi muda kita adalah potensi yang dapat membawa Kota Bekasi bertransformasi dan mengimbangi kemajuan zaman. Dengan sokongan niat, semangat, dan peningkatan mutu keimanan, saya yakin generasi muda kita mampu sejajar dengan generasi berprestasi tingkat dunia serta membawa nama harum bagi Kota Bekasi tercinta,” tutupnya.
Pewarta/Editor: Riki/Ismail Hasibuan

