Posbekasi.com

Tragedi Gunung Sampah Bantargebang: 6 Korban Jiwa Teridentifikasi dan 1 Masih Dicari

Operasi SAR Gabungan mengevakuasi korban di Zona 4A, di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, hari kedua, Senin (9/3/2026). Posbekasi.com /Ist

BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Operasi SAR Gabungan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, hari kedua, Senin (9/3/2026), pencarian korban di Zona 4A, tercatat enam orang meninggal dunia ditemukan dan satu orang lainnya, yakni Riki, masih dalam proses pencarian intensif.

“Jumlah korban masih terus dalam pendataan berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga yang kehilangan anggotanya,” ujar Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, Senin (3/9/2026).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, enam korban meninggal dunia terdiri dari warga pemilik usaha di sekitar lokasi serta para pekerja yang sedang beraktivitas saat insiden terjadi. Para korban tewas tersebut adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno (sopir truk), Irwan Supriatin (sopir truk), Jussova Situmorang, dan Hardianto.

“Personil SAR gabungan melakukan pembukaan akses dengan menggunakan alat berat seperti beko dan pengerahan K9 untuk mencari tanda-tanda adanya korban. Pencarian juga dilakukan dengan menggunakan Drone Thermal untuk penyisiran melalui udara dengan mendeteksi panas tubuh,” jelas Desiana.

Sementara itu, enam orang lainnya yang berhasil selamat dari timbunan sampah telah mendapatkan penanganan medis dan evakuasi, mereka adalah Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.

“Untuk sementara ini, sambil menunggu zona 4A diselesaikan, maka zona 3 dan 2 zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporari, sementara. Jadi tidak permanen,” ungkap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terkait langkah tanggap darurat pasca-insiden.

Operasi tanggap darurat runtuhnya gunung sampah ini melibatkan kekuatan lintas instansi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta pengerahan 19 ekskavator untuk menstabilkan area lokasi longsor.

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah akibat penutupan sementara Zona 4A, Pemprov DKI Jakarta mengalihkan pembuangan ke Zona 3 dan dua lokasi baru.

Langkah ini diambil untuk memastikan operasional layanan kebersihan tetap berjalan di tengah volume sampah harian Jakarta yang mencapai 7.400 hingga 8.000 ton.

“Pasti ada dampaknya (insiden longsor). Dan untuk itu kami akan melakukan proses pemilahan di ujung. Dan sekaligus untuk mengatur agar semuanya itu tidak dikirimkan ke Bantargebang,” tegas Pramono.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov DKI berkomitmen menjalankan arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperketat pemilahan sampah dari hulu dan mempercepat operasional fasilitas RDF Plant di Rorotan.

“Yang di Rorotan kami sedang melakukan, mudah-mudahan commissioning-nya itu segera selesai sehingga Rorotan segera bisa beroperasi normal,” ucap Pramono.

 

Pewarta/Editor: Ismail Hasibuan

BEKASI TOP