Posbekasi.com

Tarif BISKITA Trans Wibawa Mukti Bakal Naik, Dishub Kabupaten Bekasi Tak Ada Biaya Tambah Koridor

BISKITA Trans Wibawa Mukti resmi diluncurkan dari Gedung Joeang 45 Tambun, Ahad 1 Desember 2024. Posbekasi.comn/Dokumentasi

BEKASI KABUPATEN | posBEKASI.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi hingga kini belum mampu mengoperasikan dua koridor BISKITA Trans Wibawa Mukti yang direncanakan karena ketiadaan dukungan dana dari pemerintah pusat, seperti Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Meski demikian, Dishub terus mengembangkan layanan transportasi massal tersebut. Sementara, rencana penambahan koridor feeder baru sedang dalam tahap pengkajian dan persiapan jangka menengah hingga panjang.

Kepala Bidang Angkutan Umum, Dishub Kabupaten Bekasi, Firman Arief Sembada, mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan PT. Transjakarta melalui program Trans Jabodetabek sebagai alternatif solusi untuk memperluas layanan angkutan massal bagi masyakarat Kabupaten Bekasi yang bekerja di wilayah Jakarta.

“Sedang kami kaji bersama PT Transjakarta dan Pemprov DKI Jakarta. Ada kemungkinan ke depannya masyarakat Cikarang bisa terlayani dengan rute Trans Jabodetabek. Rutenya masih dikaji, salah satunya dari Cikarang ke Jakarta,” ungkap Firman dikutip posbekasi.com dari laman resmi Pemkab Bekasi, Ahad 10 Agustus 2025.

Menurutnya, tahun 2026 masih akan mempertahankan skema pembelian layanan (buy the service) dengan pembiayaan dari APBD. Tapi, tidak menutup kemungkinan ke depannya akan dibentuk badan pengelola tersendiri, semacam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang nantinya bisa dikembangkan menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) jika layanan koridor sudah bertambah dan kebutuhan manajemen semakin kompleks.

“Untuk koridor kedua dan ketiga masih dalam tahap perencanaan dan kajian. Ditargetkan antara Tahun 2027 hingga 2030 akan ada tiga koridor yang bisa beroperasi,” jelas Firman.

Setiap Hari Angkut 14.000

Untuk angkutan massal berbasis bus dengan sistem feeder Trans Wibawa Mukti yang menjadi andalan Pemkab Bekasi, baru mengoperasikan satu koridor menghubungkan Light Rail Transit (LRT) Jatimulya, Tambun Selatan, sampai Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Cikarang.

“Saat ini kami baru bisa melaksanakan satu feeder, yakni dari LRT Jatimulya sampai Stasiun Cikarang,” kata Firman.

Satu koridor Trans Wibawa Mukti saat ini mengoperasikan 7 armada dengan 7 kali keberangkatan dari setiap titik, melayani sekitar 14.000 penumpang setiap harinya.

“Jumlah ini menunjukkan adanya minat yang cukup tinggi dari masyarakat untuk beralih ke transportasi umum,” terangnya.

Tarif Naik

Untuk tarif BISKITA Trans Wibawa Mukti yang resmi diluncurkan dari Gedung Joeang 45, Tambun, pada Ahad 1 Desember 2024 lalu, masih disubsidi Pemkab. Namun, telah dilakukan kajian oleh tim independen mengenai kemungkinan penyesuaian tarif pada tahun mendatang.

“Kami sudah melakukan kajian dan menyebar kuesioner ke masyarakat. Hasilnya, tarif ideal berada di kisaran Rp4.500 hingga Rp7.000, tergantung jarak jauh-dekat. Itu juga mempertimbangkan keekonomian dan minat masyarakat,” katanya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa tujuan utama pemerintah bukan mencari keuntungan, melainkan memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Pewarta/Editor: Riki/Hsb

BEKASI TOP