Posbekasi.com

Mutasi Mabes Polri Sarat Budaya “Koncoisme” Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Posbekasi.com /Dokumentasi

BEKASI KOTA | posBEKASI.com – MUTASI Mabes Polri baru-baru ini mengundang kecemburuan dan sepertinya sangat sarat dengan budaya “Koncoisme” alias hanya muter-muter orang dekat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Mutasi bernomor ST/1764/VIII/KEP/2025, 5 Agustus 2025 berisi mutasi 61 Pati dan Pamen, termasuk 7 Kapolda.

Budaya Koncoisme, dalam mutasi yang diputuskan dalam rapat Wanjakti Polri sepertinya sangat dominan diputuskan  oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menganggap dirinya sangat kuat dalam jabatannya selama hampir 5 tahun.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menjabat Kapolri sejak Januari 2021 ini telah memutuskan Wakapolri dijabat Komjen Pol Prof Dr Dedy Prasetyo (Akpol 90) yang notabene senior Listyo Sigit.

Dedy yang sebelumnya menjabat Irwasum Polri kemudian digantikan Komjen Pol Wahyu Widada yang sebelumnya Kabareskrim Polri. Wahyu (Akpol 91) adalah konconya  Sigit juga.

Sedangkan pengganti Wahyu Widada, adalah konco lawas Sigit ialah Komjen Pol Syahardiantono (Akpol 91) yang sebelumnya menjabat Kabaintel.

Penunjukan Syahardiantono, menjadi pertanyaan publik, karena kariernya belum teruji sebagai pemimpin wilayah kepolisian daerah.

“Pak Syahar belum pernah menjabat kapolda, tapi karena konco lawas sama Sigit dia ditunjuk memimpin Bareskrim, ” ucap seorang pengamat kepolisian.

Sedangkan yang sangat mengherankan, penunjukan pati pengganti Syahardiantono, yaitu Komjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, sebelumnya Astamaops Kapolri. Wiyagus lulusan Akpol 89, masih ditunjuk menjabat Kabaintel, padahal yang bersangkutan akan pensiun bulan September 2025.

Keputusan ini sangat aneh dan mengundang tanya di masyarakat dan juga lingkup kepolisian sendiri.

“Perwira yang sebulan lagi pensiun kok masih diberi jabatan Kabaintel Polri. Sepertinya Polri sudah sangat kekurangan perwira yunior yang berprestasi,” ucap Rizal warga Bekasi, Rabu 6 Agustus 2025.

Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Fadil lmran yang cukup berprestasi di berbagai jabatan Polri justru ditempatkan sebagai Astamaops Polri.

Jabatannya Kabaharkam Polri diserahkan ke Irjen Karyoto, kapolda metro jaya. Irjen Pol Khrisna Murti, Kepala Divisi Hubinter Polri dipindah jadi Sahli Jemen Kapolri. (kk)

BEKASI TOP