
posBEKASI.com | BEKASI – Meningkatkan kesejahteraan pemulung TPA Bantar Gebang Bekasi melalui pengembangan usaha produk daur ulang dengan pelatihan manajemen usaha dan pemasarannya berbasis e-Commerce guna peningkatan kemandirian usaha.
Salah satu dampak pertambahan jumlah penduduk adalah bertambahnya jumlah sampah yang diproduksi oleh manusia. Mayoritas sampah rumah tangga dibuang begitu saja dan berakhir di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST).
Salah satu TPST terbesar di Indonesia adalah TPST Bantar Gebang Bekasi dengan luas lahan mencapai 110,3 Hektar. TPST ini adalah tempat pembuangan akhir sampah yang berasal dari 3 wilayah yaitu DKI Jakarta, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.
Tiap harinya sampah rumah tangga yang dibuang ke TPST Bantar Gebang mencapai 11.200 Ton.
Sampah tersebut ditumpuk hingga menggunung. Sampah yang masih memiliki nilai jual, seperti sampah plastik, ban bekas, dan logam di punguti oleh pemulung. Limbah sampah yang dikumpulkan tersebut dibersihkan dan dijual kepada pengepul. 100 Kg sampah plastik yang dikumpulkan dijual kepada pengepul seharga Rp50.000, – Rp70.000,-.
Nilai yang sangat rendah bila dibandingkan dengan jerih payah yang mereka kerjakan selama satu hari bekerja.
Minimnya pendapatan akan berakibat pada kesejahteraan keluarga yang sangat rendah.
Di sinilah perlunya pendapatan harian yang lebih tinggi dari hanya sekedar menjual limbah sampah kepada pengepul. Limbah sampah yang pemulung kumpulkan diolah terlebih dahulu menjadi produk yang memiliki nilai guna dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Universitas Binawan melakukan dharma ketiga perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat ke para pemulung TPST Bantar Gebang Bekasi. Program ini dilaksanakan 3 bulan dimulai dari Bulan Agustus, sampai dengan Bulan Oktober 2023.
Kegiatan PKM ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui hibah Pengabdian Masyarakat Pemula tahun 2023.
Program ini diketuai oleh Ibu Etyca Rizky Yanti yang di anggotai oleh Rio Nardo, Mahatir Muhammad selaku dosen Universitas Binawan dan dibantu oleh mahasiswa Ade Febrianto dan Runnisshelly Octavia merupakan tim lintas program studi yaitu Prodi Manajemen dan Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan.
Kegiatan PkM bermitra dengan Yayasan Tunas Mulia yang berlokasi tepat bersisian dengan TPS Bantar Gebang Bekasi.
PKM menitikberatkan pada perubahan mindset para pemulung, menciptakan peluang menjadikan yang dibuang menjadi uang, dengan cara dari yang awalnya memulung sampah untuk dijual kembali menjadi memulung sampah dan merubahnya menjadi barang kreatif daur ulang yang bermanfaat dan memiliki nilai jual yang tentunya lebih tinggi.
Selain itu, para pemulung juga diajarkan untuk menjual hasil daur ulang sampah menggunakan platform media digital (E-commerce). Penggunaan media digital pada pemasaran akan akan meningkatkan cakupan wilayah jual, tidak terbatas pada wilayah tertentu saja.
Hasil kegiatan PkM yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Binawan menunjukkan adanya kemandirian usaha dari para pemulung TPST Bantar Gebang Bekasi yang dapat diukur dari kenaikan pendapatan harian pemulung.
Melalui pengembangan usaha produk daur ulang pemulung memiliki penghasilan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan hanya menjual sampah plastik ke pengepul tanpa diproses terlebih dahulu.
Pelatihan manajemen usaha dan pemasaran berbasis e-commerce pemulung juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai ilmu pemasaran digital yang dapat mereka terapkan pada produk kreatif daur ulang yang akan mereka hasilkan. [*]

