Posbekasi.com

Wali Kota dan MUI Kota Bandung Kutuk Keras Bom Bundir Polsek Astana Anyar

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meninjau lokasi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar yang menewaskan pelaku dan seorang polisi serta melukai 11 orang di Mapolsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar No.340, Nyengseret, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 7 Desember 2022. [Posbekasi.com /Istimewa]

POSBEKASI.com | BANDUNG – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri (Bom Bundir) di Polsek Astana Anyar yang mengakibatkan ledakan 11 orang luka, 10 anggota Polri dan seorang warga yang sedang melintas depan Polsek menjadi korban. Seorang anggota Polri meninggal dunia yakni Aiptu Sofyan. Sedangkan pelaku langsung tewas di tempat saat bom yang dibawanya meledak, Rabu, 7 Desember 2022 pukul 08.20 WIB.

“Saya sangat mengutuk keras kejadian ini. Kejadian ini tentu tidak dibenarkan oleh hukum atau agama apapun alasannya,” ungkap Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat meninjau lokasi peledakan di Mapolsek Astana Anyar, Jalan Astana Anyar No.340, Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 7 Desember 2022.

Yana mengimbau, agar masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan gambar serta berita hoaks yang berseliweran.

“Masyarakat tidak usah resah dan takut karena keresahan itu yang diharapkan pelaku. Kita sama-sama jaga Kota Bandung untuk tetap kondusif,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, Miftah Faridl, turut prihatin dengan kejadian ini. Baginya, tak ada satupun ajaran dalam agama yang membenarkan aksi bunuh diri apalagi sampai merugikan orang lain.

“Kami ikut berduka dengan masyarakat yang terkena dampak. Tidak ada satu perintah atau contoh kita boleh bunuh diri atau bunuh orang yang tidak pasti kesalahannya,” kata Miftah.

Apalagi dalam Islam, membunuh hanya boleh dilakukan saat perang, itupun hanya bisa dilakukan terhadap pihak yang memerangi Islam.

“Atau keputusan pengadilan hukuman mati. Tapi, Islam selalu menekankan menekankan agar keputusan tidak langsung dibunuh. Kita utamakan beri kesempatan untuk orang bertobat,” tuturnya.

Cara utama dalam menghadapi tantangan dalam Islam adalah melalui dakwah.

“Dakwah mengajarkan orang menuju kebaikan. Tidak ada paksaan. Sebab yang membuat orang itu berubah hanya hidayah dari Allah,” ungkapnya.

Ia berharap, semoga kejadian seperti ini tak terulang kembali dan bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Mudah-mudahan ini jadi pelajaran bagi semua pihak agar jangan sampai terulang kembali hal yang menyakitkan seperti ini. Apalagi sampai bawa-bawa agama,” imbuhnya. [AMH]

BEKASI TOP