Posbekasi.com

Terbitkan Izin Gelar Liga 1, Kapolri Larang Gas Air Mata

Kericuhan pada laga Arema versus Persib di Stadion Kanjuruhan Malang, Ahad 1 Oktober 2022.[bola]

POSBEKASI.com | JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan tak akan ada lagi penggunaan gas air mata saat pertandingan sepak bola Indonesia. Ia pun telah menerbitkan Peraturan Kepolisian (Perpol) nomor 10 tahun 2022.

Keputusan itu diambil atas sejumlah evaluasi yang dilakukan Polri menyusul peristiwa di Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 135 orang. Sebelumnya aturan ini belum ada, meski di FIFA telah termaktub larangannya.

”Semuanya tentunya dilakukan evaluasi dan persiapan yang lebih baik termasuk khususnya terkait dengan aturan-aturan FIFA yang kemudian kita perjelas termasuk masalah penggunaan gas air mata. Tentunya sesuai dengan kesepakatan, maka setelah ini untuk menyelesaikan sisa kompetisi yang ada maka kami Polri mendukung untuk dilanjutkannya penyelesaian sisa kompetisi,” ujar Listyo dalam pernyataannya di Kantor Kemenko Polhukam, Senin 5 Desember 2022.

”Dan juga tentunya mendukung terkait dengan pelaksanaan kegiatan sepak bola yang saya kira tadi sudah disampaikan oleh Bapak Menpora. Bahwa ke depan akan ada kegiatan Piala Dunia U-20 kemudian kompetisi lain yang tentunya semuanya harus terselenggara,” sambungnya.

Dalam Perpol nomor 10 tahun 2022 disebutkan bahwa dalam pelaksanaan pengamanan tak diperbolehkan menggunakan senjata pengurai massa. Saat terjadi kenaikan eskalasi kerusuhan penggunaan gas air mata pun dilarang.

Pada Pasal 22 ayat tiga disebutkan: Dalam melaksanakan pengamanan penyelenggaraan kompetisi sepak bola, personel pengamanan dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau senjata pengurai massa.

”Kemudian ada perintah dari bapak presiden untuk melakukan evaluasi secara tuntas baik dari sistem penyelenggaraan kemudian kesiapan dari stadion dan juga sistem pengamanan,” ucap Listyo.

Ia berharap aturan ini dapat menjembatani kebutuhan penyelenggaraan pertandingan sepak bola. Termasuk menghadirkan keamanan dan kenyamanan bagi para penonton yang menyaksikan langsung ke stadion.

”Sehingga ke depan kita harapkan dengan evaluasi yang ada kompetisi bisa berjalan dengan lebih baik, lebih sehat, kemudian standar kegiatan stadion juga lebih baik dan standar pengamanannya juga lebih baik,” kata Listyo.

Sebelumnya pemerintah memutuskan untuk mengizinkan Liga 1 2022/2023 untuk dilangsungkan kembali mulai Senin (5/12). Hanya saja sisa putaran pertama yang tersisa enam pekan, akan dilangsungkan secara terpusat di Jawa Tengah dan tanpa dihadiri penonton.

Standar FIFA

Kapolri mengatakan bahwa pengamanan pertandingan sepak bola di Indonesia akan merujuk kepada standar aturan FIFA, termasuk penggunaan gas air mata.

Liga 1 kembali digulirkan tanpa penonton pascatragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang merenggut ratusan nyawa suporter dan sejumlah aparat keamanan.

“Polri beberapa waktu lalu telah mengeluarkan Perpol (Peraturan Polri) nomor 10 tahun 2022 terkait dengan pengamanan olahraga khusus di dalamnya terkait penanganan pengamanan sepak bola,” kata Listyo.

“Tentunya di dalamnya ada beberapa perbaikan terhadap sistem perizinan, metode kesiapan dari rangkaian pengamanan mulai dari sebelum, saat pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan kegiatan semuanya dilakukan evaluasi dan persiapan lebih baik termasuk aturan aturan FIFA yang kemudian kita perjelas termasuk masalah penggunaan gas air mata,” tambahnya.

Kapolri mendukung bergulirnya Liga 1 untuk menyelesaikan sisa kompetisi yang ada.

“Sesuai kesepakatan maka setelah ini untuk menyelesaikan sisa kompetisi yang ada maka kami Polri mendukung untuk dilanjutkan penyelesaian kompetisi dan tentunya mendukung terkait pelaksanaan kegiatan sepak bola,” ucap Listyo.

Lebih lanjut, Listyo mengatakan bahwa ke depan Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Ia berharap dari evaluasi ini dapat menghasilkan kompetisi hingga standar stadion dan pengamanan lebih baik.

“Ke depan ada kegiatan piala dunia U20 kemudian kompetisi lain yang telah disiapkan dan tentunya harus terselenggara. Sehingga ke depan kita harapkan dengan evaluasi yang ada kompetisi berjalan lebih baik, lebih sehat kemudian standar stadion lebih baik dan standar pengamanan lebih baik,” tuturnya.[ZUL]

BEKASI TOP