Bekasi Online

Asesmen Nasional Berbasis Komputer Diikuti 1.14 Sekolah Dasar

Siswa Sekolah Dasar se Kabupaten Bekasi simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), sejak 18 – 21 Oktober 2021, berlanjut ke jenjang gladi glbersih yang sedang berlangsung dari 25 Oktober – 4 November 2021. [Posbekasi.com /IST]

POSBEKASI.com | CIKARANG – 1.014 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bekasi telah melakukan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), sejak 18 – 21 Oktober 2021, berlanjut ke jenjang Gladi Bersih yang sedang berlangsung dari 25 Oktober – 4 November 2021.

“Kegiatan ini menjadi prioritas utama dalam mendukung program terhadap mutu di setiap sekolah yang tersebar di seluruh Kabupaten Bekasi guna mendukung program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah,” ujar Kabid Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Yudi, Kamis 28 Oktober 2021.

Yudi menjelaskan, Kegiatan simulasi ANBK ini untuk mempersiapkan pelaksanaan yang sesungguhnya yang dibagi beberapa gelombang. Gelombang I dan II akan digelar 15 – 18 November 2021, gelombang III dan IV digelar 22 – 25 November 2021.

“Adapun pelaksanaan ANBK tersebut terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori Mandiri dan Menumpang. Mandiri bagi sekolah yang sudah siap sarana prasarananya (terutama TIK). Bagi sekolah yang belum siap sarana prasarananya disarankan Menumpang ke Sekolah lain (bisa ke SD ke SMP atau SMA/SMK) yang berada di lingkungan Kabupaten Bekasi,” papar Yudi.

Dia juga menegaskan, Asesmen Nasional ini perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, karena Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat dalam memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau, perkembangan mutu dari waktu ke waktu dan kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan.

“Misalnya kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antar daerah, atau pun kesenjangan antar kelompok berdasarkan atribut tertentu,” jelasnya.

Asesmen Nasional, jelas Yudi bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah Satuan Pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut.

“Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran. Semoga semua berjalan dengan lancar dan bisa menjadi manfaat buat masyarakat dengan lebih aktif membawa anak anaknya untuk menjadi generasi terbaik bangsa melalui program sekolah yang terstruktur,” katanya.[ETH]

BEKASI TOP