Museum Day : My House My Museum

Mesin Jahit Koleksi Rumah Ibu Fatmawati Soekarno.[POSBEKASI.COM/Kemendikbud]

POSBEKASI.COM – Chryshnanda Dwilaksana [Pengamat Seni dan Sejarah]

Tanggal 12 Oktober ditetapkan sebagai Hari Museum Indonesia. Hari tersebut ditetapkan berdasarkan penyelengaraan musyawarah museum se-Indonesia pertama yang digelar pada 12 hingga 14 Oktober 1962 di Yogyakarta.

Museum seringkali dianggap sebagai tempat barang lawasan atau kuno wadah artefak atau bendawi. Museum merupakan suatu wujud apresiasi atas peradaban manusia. Dengan harapan dari generasi ke generasi akan terus dapat belajar dari nilai nilai bagi hidup dan kehidupan manusia. Perjuangan dan karya karya para pendahulu kita sangat luar biasa di museum lah kita dapat belajar nilai nilai luhur bahkan dari kekurangan hingga kesalahannya agar tidak terulang di masa depan.

Museum secara ideal setidaknya dibangun untuk menunjukkan:

1. Kepekaan kepedulian dan bela rasa akan peradaban manusia terutama perjuangan cipta karsa dan karya para leluhur dan pahlawan serta patriot patriot bangsa di semua gatra kehidupan.

2. Wujud apresiasi dan upaya mengabadikan atas perjuangan dan cipta karsa dan karya para pendahulu yg menjadi sejarah panjang yang telah ditorehkan sebagai tinta emas kehidupan. Peradaban yang dibangun para maestro atau bagi siapa saja yang telah berjuang dan menjadi ikon dlm sejarah perjuangan bangsa maupun bagi manusia.

3. Sebagai pusat studi atas hidup karya sang maestro ataupun sejarah hingga pengembangan seni dan budaya maupun peradaban.

4. Menjadi ruang dialog dalam sharing pengetahuan informasi dan komunikasi seni

5. Memberikan inspirasi dan literasi seni budaya.

6. Wadah pembinaan komunitas seni budaya

7. Art shop dan galeri seni.

8. Menjadi wadah transformasi bagi lahirnya para pejuang2 kemanusiaan bahkan maestro maestro kehidupan baru di semua gatra kehidupan.

Museum modern akan dielaborasi dengan teknologi bukan sekedar tempat yang tangible melainkan juga menyentuh yang untangible. Museum selain sebagai wadah transformasi juga sebagai bagian dari laboratorium sosial. Banyak hal yang dapat dipelajari dan menjadi inspirasi untuk membangun model baru yang dapat dikembangkan bagi masa kini maupun masa yang akan datang. Dari inspirasi, imajinasi kreasi hingga penyerapan nilai nilai humanisme akan menjadikan pembelajaran dari nilai nilai luhur dan kesalahan kesalahan di masa lalu. Sehingga siap di masa kini hingga mampu menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Penataan museum yang disinergikan dengan teknologi time line dan berbagai artefak akan ada literasinya. Yang mampu menunjukkan makna di balik fenomena. Imajinasi interpretasi sebagai pemaknaan ini menjadi sangat penting bagi pembelajaran. Perbedaan pendekatan ini sebagai variasi satu sama lainnya yang terpenting adalah prinsip prinsip yang mendasar dan berlaku umum sama. Variasi variasi interpretasi merupakan kemampuan dari pendekatan atau sudut pandang cara melihat dan bagi pengembangannya.

Museum sebagai ruang apresiasi, refleksi dan transformasi peradaban menjadi penting bagi hidup berbangsa dan bernegara. Penghargaan kepada manusia hidup dan perjuangannya yang lebih luas adalah penanaman patriotisme dan cinta bangsa.

Bung Karno mengingatkan bahwa Bangsa ini jangan melupakan sejarah dengan kata akrinimnya: Jasmerah (jangan sekali kali melupakan sejarah). Penghargaan merupakan kepekaan, kepedulian bahkan bela rasa bagi hidup tumbuh dan berkembangnya peradaban suatu bangsa. Apa yang menjadi koleksi dalam cipta karsa dan karya menjadi kekuatan dan kekayaan peradaban.

Selain itu juga, merupakan pusat studi untuk kegiatan ilmiah hingga ngalap berkah bagi yang mampu berdialog atau mendalami indra dengan jiwa dalam artefak artefak yang ada. Energi peradaban yang ditunjukkan dalam religi tradisi seni budaya komuniti hobi hingga teknologi merupakan pilar peradaban. Semua itu memiliki nilai nilai luhur bangsa yang wajib kita jaga lestrarikan dan transformasikan dari generasi ke generasi.

Pengembangan seni budaya merupakan dialog yang ditransformasikan secara lisan maupun tulisan ataupun pesan pesan yang ditradisikan. Museum menjadi suatu tesa yang dapat dikaji anti tesanya serta menemukan sintesanya. Museum dalam gerakan moral sharing pengetahuan, pemahaman dan pemaknaan akan seni budaya peradaban perjuangan bagi hidup dan kehidupan dapat ditumbuh kembangkan mulai dari rumah kita. My house my museum yang mulai ditata ditanamkan sebagai oase kehidupan yang dapat menyegarkan kita. Dari rumah kita gerakan cinta bangsa akan bangsa dan negara sebagai sumber yang tiada habisnya. Museum di era revolusi industri wajib dielaborasi dengan teknologi. Sehingga museum dinamis yang terus mengikuti perkembangan hidup dan kehidupan manusia hidup tumbuh dan berkembang. My house my museum akan menjadi sarana menstimuli inspirasi melalui rekreasi dalam dialog literasi dari yang ada di rumah kita. My house my museum sebagai bagian gerakkan moral yang akan terus berkembang pada komunitas masyarakat bahkan bangsa dan negara. Yang akan saling mendialogkan satu sama lainnya terus memotivasi menggerakkan memberdayakan menginspirasi bahkan mungkin juga memberi solusi.

Museum bagian literasi dialog dan pusat studi ini juga menjadi sumber daya melalui produksi yang bisa mendukung pariwisata. Museum dalam pendekatan pariwisata menjadi sangat komprehensif dan merupakan rekayasa sosial. Selain menjaga peradaban juga sebagai transformasi kehidupan yang pendekatannya holistik atau sistemik. Religi seni tradisi hobi komuniti hingga teknologi mampu terserap dan terpancar dr museum yang menjadi bagian dari pendukung program masyarakat sadar wisata.

Peradaban manusia menunjukkan manusia berakal budi yang sangat luar biasa mampu menciptakan rasa dan makna di balik suatu fenomena. Manusia dalam cipta karsa dan karyanya sarat makna yang merupakan refleksi peradaban di masa lalu masa kini bahkan masa depan.**

Jakarta 12 Oktober 2020
Selamat Hari Museum Indonesia

Pin It

Comments are closed.