Pjs Bupati Karawang Ungkap 80 Persen Perusahaan Tak Terapkan Disiplin Prokes Covid-19

Pjs Bupati Karawang, Ir. Yerry Yanuar pada acara Sosialisasi Penanganan Covid-19 dan Deklarasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19
yang digelar di Karawang, Kamis (1/10/2020).[POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | KARAWANG – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Karawang, Ir. Yerry Yanuar secara tegas meminta setiap perusahaan membuat prosedur standar atau SOP untuk pencegahan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di tempat kerja.

SOP tersebut harus berpedoman pada panduan pencegahan dan pengendalian Convid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri, dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi yang diterbitkan Kemenkes.

“Satu hal panduan yang dibuat Kemenkes ini harus diimplementasikan di tempat kerja. Setiap tempat kerja harus menyusun SOP atau protokol yang lebih membumi lagi sesuai dengan kondisi tempat kerja,” ujar Yerry dalam sambutanya di acara Sosialisasi Penanganan Covid-19 dan Deklarasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19
yang digelar di Karawang, Kamis (1/10/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 52 perusahaan dari 7 kawasan industri di Karawang itu, Yerry mengungkapkan berdasarkan data dan fakta di lapangan selama pandemi Covid-19 berlangsung di kawasan industri banyak tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“80 persen perusahaan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19. Sehingga tidak heran jika klaster industri menjadi bom waktu pada kasus penambahan pasien yang terkonfirmasi positif di Karawang,” ungkapnya.

Menurutnya, perusahaan harus membuat aturan yang sesuai dengan rutinitas serta jenis sektor usaha yang dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona antar karyawan. “Setiap perusahaan juga harus melihat besar kecil risiko penularan di tempat kerja,” ucapnya.

Selain itu, perusahaan juga harus memfasilitasi tempat kerja yang aman dan sehat.

Yerry meminta perusahaan rutin melakukan pengawasan terhadap lingkungan tempat kerja.

“Paling tidak di perkantoran, misalnya di perkantoran pemerintah ada di bagian kepegawaian dan bagian umum yang harus mempersiapkan ini,” katanya.

Selanjutnya, perusahaan juga perlu melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona kepada karyawan.

Yerry mengatakan edukasi adalah hal yang penting, karena banyak karyawan yang tidak mengerti tentang pencegahan penularan corona. Perusahaan dapat bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat dalam memberikan edukasi terkait Covid-19.

“Tempat kerja harus melakukan sosialisasi dan edukasi pekerja terkait karena seringkali kita sering kali menemukan para pekerja kurang paham,” ujarnya.[DIN]

Pin It

Comments are closed.