Klaster Baru Industri Tambah 150 Orang Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Unsur Kecamatan Muara Gembong bersama TNI-Polri, dan Satpol PP menggelar penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (15/9/2020).[POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | CIKARANG – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi kembali bertambah 150 orang, pada Kamis, 17 September 2020. Penambahan kasus baru ini berasal dari kontak erat klaster industri.

Jumlah pasien positif yang dirawat di rumah sakit bertambah 17 orang sehingga total menjadi 54 orang. Demikian juga warga yang menjalani isolasi mandiri bertambah 23 menjadi 98 orang. Total kasus aktif di Kabupaten Bekasi saat ini berjumlah 152 orang.

Kabar baiknya, pada hari yang sama, jumlah warga Kabupaten Bekasi yang sembuh dari Covid-19 bertambah 110 orang. Dari total 1.735 terkonfirmasi positif, sebanyak 1.535 orang sudah dinyatakan sembuh.

Selain itu, ada 220 pasien suspek, 6 probable dan 428 orang kontak erat. Sementara kasus meninggal dunia tidak ada kenaikan yakni 48 orang.

Berikut data 14 kecamatan yang masih terdapat kasus positif Covid-19, berdasarkan data terbaru website resmi pikokabsi.bekasikab.go.id, Kamis (17/9/2020) pukul 11.00 WIB

  1. Tambun Selatan : 41 kasus
2. Cibitung : 30 kasus
3. Cikarang Selatan : 26 kasus
4. Cikarang Pusat : 19 kasus
5. Babelan : 9 kasus
6. Cikarang Utara : 6 kasus
7. Tambun Utara 5 kasus
8. Karangbahagia : 4 kasus
9. Cikarang Timur : 3 kasus
10. Setu : 3 kasus
11. Kedungwaringin : 2 kasus
12. Cibarusah : 2 kasus
13. Serang Baru : 1 kasus
14. Cikarang Barat 1 kasus

Terdapat 9 kecamatan di Kabupaten Bekasi yang bersih dari kasus positif Covid-19 yakni Bojongmangu, Cabangbungin, Pebayuran, Muaragembong, Sukakarya, Sukatani, Sukawangi, Tambelang dan Tarumajaya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah mengimbau warga dan para pelaku usaha untuk terus waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan, untuk mencegah terjadinya penularan virus Covid-19.[REL/RIK]

Pin It

Comments are closed.