Wibawa Mukti, dari Momen Juara Liga 2018 hingga Gol Terakhir Bepe

Bambang Pamungkas menjadi pahlawan dengan gol pamungkasnya kemenangan dramatis melawan Borneo FC di semifinal leg 1 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang.[POSBEKASI.COM/Persija]

POSBEKASI.COM | CIKARANG – Persija menggunakan beberapa stadion untuk mengarungi partai kandang dalam dua musim terakhir, salah satunya adalah Wibawa Mukti, Cikarang. Berbicara Stadion yang digunakan untuk PON 2016 itu tidak jauh dari kata dramatis dan selalu memberikan cerita.

Hampir setiap bertanding di Wibawa Mukti, kemenangan dramatis ataupun partai penting dilakoni Persija. Paling diingat tentu gol Maman Abdurahman di penghujung waktu kala mengalahkan Sriwijaya FC dan menjadi salah satu momen penentu juara Liga 1 2018.

Cerita Wibawa Mukti tidak hanya laga melawan Sriwijaya FC. Di musim lalu saja terdapat tiga pertandingan spesial bagi Persija.

Pertandingan Macan Kemayoran vs Bali United dalam laga perempat final leg kedua Piala Indonesia salah satunya. Bermodal kekalahan 2-1 dari kandang Bali United, Persija harus menang minimal satu gol tanpa kebobolan untuk melenggang ke semifinal.

Sempat kesulitan sepanjang babak pertama, gol yang dinanti tuan rumah hadir pada menit 58. Adalah Ismed Sofyan yang menjadi aktor penentu kemenangan Persija melalui titik putih. Usai gol tersebut, Bali United berusaha menyerang namun selalu kandas karena kuatnya pertahanan Persija. Skor 1-0 membuat Persija lolos ke semifinal karena agresifitas gol tandang.

Masih dari turnamen yang sama, laga lebih dramatis dihadapi Persija saat melawan Borneo FC di semifinal leg 1. Gemuruhnya Jakmania yang memadati Wibawa Mukti membuat pemain Persija bersemangat dan mencetak gol cepat. Pertandingan baru berjalan dua menit, Yan Pieter Nasadit sudah mampu mencetak gol ke gawang lawan.

Namun usai gol Pieter, Persija kesulitan mengembangkan permainan. Macan Kemayoran justru kebobolan jelang turun minum dari aksi Terens Puhiri.

Pada babak kedua, Persija harus lebih agresif untuk mempermudah melakoni laga di leg kedua. Hingga menit 94, gol yang dinanti tak kunjung datang. Namun semua berubah pada menit 95 atau satu menit sebelum tambahan waktu usai. Bambang menjadi pahlawan dengan gol pamungkasnya untuk memastikan kemenangan. Lebih spesial, lesakkan tersebut merupakan yang ke-200 bagi Bepe dan yang terakhir untuk Persija di sepanjang kariernya.

Di level Liga musim 2019, Wibawa Mukti tak ketinggalan memberikan cerita. Laga yang dimaksud saat Persija bersua Persela (15/11). Persija menang 4-3 setelah tertinggal lebih dahulu kala pertandingan baru berjalan dua menit. Gol penentu kemenangan dicetak Rohit Chand pada menit 70.

Wibawa Mukti juga sangat penting bagi Marko Simic. Di stadion inilah ia memborong empat gol kala Persija mengalahkan Borneo FC di Liga Indonesia (11/11/2019).[*]

Pin It

Comments are closed.