20 Ribu Orang Sudah Ikut Rapid Test dan Swab di Kabupaten Bekasi

Update Data Covid-19 Kabupaten Bekasi sampai Ahad pagi (28/6/2020).[POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | CIKARANG – Sedikitnya 15 ribu warga Kabupaten Bekasi telah mengikuti rapid test dan lebih dari 5000 lainnya menjalani test swab PCR. Sehingga total yang telah mengikuti screening kesehatan pelacakan Covid-19 di Kabupaten Bekasi mencapai 20 ribu orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah mengatakan, hasil diagnosis terhadap warga yang menjalani test swab, lebih cepat diketahui karena Pemkab Bekasi sudah memiliki 3 alat PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dengan kapasitas 100 hingga 120 specimen per hari.

“Kalau pada awal-awalnya, specimen harus kita rujuk ke Bandung atau Jakarta. Tapi kita bersyukur sejak pertengahan April lalu, Kabupaten Bekasi sudah punya PCR sendiri sehingga hasil test bisa diketahui lebih cepat,” ungkap Alamsyah saat berbincang di acara live instagram bersama Humas Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/06/20) malam.

Alamsyah menyebutkan, untuk mencegah munculnya potensi kluster baru, pihaknya akan terus melakukan pelacakan melalui test massif di pasar-pasar tradisional dan tempat-tempat keramaian, seperti pasar, terminal, stasiun, perkantoran dan tempat usaha.

“Banyak orang yang bekerja di luar sana,  yang beraktivitas tanpa gejala, tapi justeru positif. Itulah pentingnya harus dilakukan banyak test di tempat keramaian,” ucapnya.

Meski jumlah kasus positif aktif di Kabupaten Bekasi terus menurun,  namun Gugus Tugas mengingatkan warga untuk tetap waspada karena karena pandemi Covid-19 belum selesai.

“Kita tetap harus waspada, karena di daerah kita masih ada kasus aktif dan Kabupaten Bekasi dekat dengan pusat episentrum Covid-19 yaitu Jakarta.  Sehingga tracking dan testing harus terus kita lakukan untuk mencegah munculnya klaster baru,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi mempunyai tiga tugas penting dalam menghadapi pandemi Covid-19. Yang pertama, penguatan layanan kesehatan yang meliputi tracking, testing dan therapy. Kemudian yang kedua, menyiapkan jaring pengaman sosial untuk warga yang terdampak, dan yang ketiga menyiapkan langkah-langkah pemulihan (recovery) ekonomi dalam menghadapi normal baru.

“Dan kami bersyukur, kemarin ketika ada evaluasi gugus tugas provinsi, pelayanan kesehatan di Kabupaten Bekasi dinilai terbaik pertama,” kata Alamsyah.

Data terbaru dari laman resmi pikokabsi. bekasikab. go.id, Ahad pagi (28/6/20) pkl. 08.00 WIB, mencatat kasus positif aktif di Kabupaten Bekasi tersisa 10 orang, dengan rincian 4 orang dirawat di rumah sakit dan 6 menjalani isolasi mandiri. Jumlah warga yang sembuh sebanyak 216 orang dari 246 terkonfirmasi positif, 63 orang ODP, 73 PDP,  118 OTG serta positif meninggal dunia sebanyak 20 orang. [REL/RIK]

Pin It

Comments are closed.