
Flyover yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu dibangun untuk mengurangi kemacetan di wilayah Kota Bekasi.
“Untuk Flyover Rawapanjang menghabiskan 181 miliar, sedangkan Flyover Cipendawa 255 miliar selama tiga tahun,” kata Kabid Bina Marga dan Sumberdaya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto dalam Bincang Publik di Radio Dakta, Kamis (30/1).
Menurutnya, jumlah kendaraan di Kota Bekasi semakin hari terus bertambah yang mengakibatkan kemacetan dibeberapa titik.
“Tadinya lokasi flyover itu berada di simpang kemacetan. Maka adanya kedua flyover itu diharapkan bisa memperlancar arus lalu lintas,” ujarnya.
Kasi Pembangunan Jalan BMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto menyampaikan, meskipun pembangunan flyover tersebut terkendala pembebasan lahan, tetapi secara keseluruhan semua berjalan lancar.
“Kita perlu apresiasi, dua flyover itu pertama kali yang dibangun oleh Pemkot Bekasi dari APBD, dengan dibantu oleh DKI Jakarta,” ucapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersabar menunggu penyelesaian pembangunan flyover Rawapanjang dan Cipendawa itu.
“Akhirnya, besok akan diresmikan. Karena sebelumnya pembangunan itu menimbulkan kemacetan dan menghasilkan debu,” pungkasnya. **
Sumber : Dakta.com

