Kekerasan pada Anak di Kota Bekasi Masih Tinggi

Ilustrasi

POSBEKASI.COM ¦| BEKASI – Meskipun mendapat predikat Kota Layak Anak, kekerasan pada anak kerap terjadi di Kota Bekasi. Data yang dihimpun dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi mencatat sampai bulan September 2019 terjadi 112 kasus kekerasan pada anak.

“Untuk kasus anak sampai dengan September 2019 sebanyak 112 kasus, penanganan yang kita lakukan di antaranya pendampingan, mediasi, konseling dan pemulihan psikologis,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi, Riswanti.

Menanggapi hal ini, Istri Walikota Bekasi yang juga Ketua Tim Penggerak PKK, Gunarti Rahmat Efendi, mengatakan bahwa kunci dalam pencegahan kekerasan pada anak adalah pembinaan melalui agama, juga sosialisasi yang harus terus dilakukan oleh Dinas terkait.

“Ini tugas semua kalangan, terutama Dinas terkait, jangan sampai predikat layak anak bisa hilang dari Kota Bekasi. Kegiatan yang sudah dijadwalkan dan diberlakukan Wali Kota seperti Maghrib Mengaji saya rasa itu juga tepat,” ujar Gunarti dikutip dari Dakta.com, Senin (7/10/2019).

Pendidikan karakter anak dalam keluarga juga menjadi hal yang sangat penting karena keluarga adalah madrasah pertama bagi masyarakat. Peranan ibu dalam memberikan pemahaman tentang sopan santun, dan wawasan perilaku baik juga menjadi kunci pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Biasanya yang melakukan kekerasan adalah keluarga terdekat, tetangga dan teman sebaya. Maka harus ada perhatian khusus bagi anggota keluarga tersebut,” pungkasnya. [DAK]

Pin It

Comments are closed.