ICK : Perluasan Ganjil Genap Jaga Kamtibmas Jakarta

Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) Gardi Gazarin.[Dok.Gardi Gazarin]

POSBEKASI.COM | JAKARTA – Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) mendukung sepenuhnya perluasan kawasan ganjil genap yang secara otomatis akan menciptakan Kamtibmas Ibukota Jakarta lebih baik lagi.

“Perlu ada terobosan menekan dan mengurai kemacetatan lalulintas khususnya di ruas jalan-jalan tertentu yang diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan khususnya jalan protockl,” kata Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin, pada diskusi “Ibukota Jakarta Harus Tertib dan Lancar Untuk Pemakai Jalan” di Jakarta,  Kamis (8/8/2019).

Diakuinya, pro kontra keputusan perluasan ganjil genap di masyarakat ataupun pihak lain, pelaksanaan aturan ini harus tetap dijalankan demi ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di Jakarta.

“Kesadaran warga atas ancaman kepadatan lalu lintas plus tingginya polusi udara adalah wajar segera ditunjukkan untuk kepentingan bersama saat ini sampai ke depan lebih baik hasilnya,” urai Gardi.

Lebih lanjut Gardi menilai, sebelumnya kawasan ganjil genap meliputi jalan protokol dengan aturan baru perluasan ke sejumlah jalan utama lainnya sangat tepat untuk kondisi saat ini. Hal ini juga mendukung terciptanya Kamtibmas yang baik di Jakarta.

“Perluasan ganjil genap akan berlaku awal September 2019 memdatang perlu disosialisakan terus kepada masyarakat, agar pada penerapan dalam penindakkan di lapangan nanti tidak ada lagi alasan bagi pengguna jalan tidak tahu kawasan yang masuk perluasan ganjil genap. Sehingga Kamtibmas di Ibukota otomatis akan lebih baik lagi. Di sini penekannya, yang banyak dikesampingkan masyarakat,” terangnya.

Dikatakannya, perluasan ganjil genap secara otomatis tidak sekedar membatasi kendaraan tapi lebih dari itu untuk terciptanya Kamtibmas. Sehingga masyarakat yang diharapkan menerima dan membiasakan diri beralih menggunakan transportasi umum dapat dengan nyaman dan aman serta tidak perlu takut berada dikerumunan orang.

“Pemerintah telah menyediakan fasilitas umum yang cukup mempuni dengan terintegrasinya satu angkutan ke angkutan umum lainnya, seperti TransJakarta, LRT dan MRT. Tidak hanya faktor kenyaman saja menjadi tuntutan masyarakat pengguna transportasi umum, melainkan rasa aman juga harus terjaga dengan adanya Kamtibmas yang baik,” ujarnya.

Perluasan ganjil genap untuk 16 ruas jalan lanjut Gardi, bukan saja mengatasi kemacetan tapi juga untuk mengurangi polusi udara Jakarta.

“ICK mendukung penuh kebijakan perluasan ganjil genap karena sisi faktor, selain mengurangi kepadatan juga menjadikan Jakarta hijau, dengan menekan tingkat polusi udara yang terus turun hingga berdampak pada kesehatan pada warga Jakata,” ungkapnya.

Apalagi, kata Gardi ditambah dengan gaya hidup sehat dengan membiasakan jalan kaki oleh warga atau kalangan pekerja antar kantor dan terminal bus, stasiun KA seperti di Singapura, Bangkok, Seol, dan Tokyo, akan mudah diterapkan.

“Memang diperlukan sarana prasarana yang maksimal. Seperti koridor jalan, trotoar, jalan penghubung atau integrasi dari angkutan umum satu ke lainnya kini tengah dibenahi dan dibangun oleh Pemprov DKI. Bahkan jangkauan transportasi ke daerah penyanggah seperti, Bekasi, Depok, dan Tangerang, baik commuter line dan TransJakarta sudah terintegrasi. Jadi tidak ada alasan bagi warga tidak berpindah ke angkutan masal untuk mendukung program ini,” ujarnya.[BSH]

Pin It

Comments are closed.