Kecamatan Muaragembong Terdampak Pencemaran Limbah Pertamina

Tumpahan minyak mentah milik Pertamina di pantai pesisir Karawang.[Dok.Humas Polres Karawang]

POSBEKASI.COM | KABUPATEN BEKASI – Setidaknya ada tiga desa di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, yang terkena dampak pencemaran limbah Pertamina di Laut Muaragembong.

Dikutip dari Dakta.com, tiga Desa tersebut diantaranya Desa Pantai Bahagia, Pantai Bakti, dan Pantai Sederhana. Limbah Pertamina tersebut terindikasi kuat terjadi atas kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ), milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang terjadi pada Jumat, 12 Juli 2019 lalu.

Salah satu nelayan Nurali Enjok mengatakan, biasanya tangkapan ikan, udang, rajungan, dan cumi bisa 6-7kg/ hari. “Karena terdampak limbah, hasil tangkapan ikan nelayan hanya 1kg/hari. Hal ini disebabkan banyaknya ikan yang mati karena limbah Pertamina,” ungkapnya, Senin (8/6).

Surin, pemilik tambak di Desa Pantai Bahagia itu juga merasakan dampak limbah dari Pertamina. Ia mengatakan secara otomatis dengan adanya limbah, bibit benih udang para petambak di desanya banyak yang mati karena limbah.

Legislator DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengaku dirinya sudah datang ke Muaragembong, untuk melihat adanya pencemaran yang diakibatkan oleh limbah pertamina.

“Kami mendesak agar Pertamina juga memberikan kompensasi ganti rugi kepada warga kami di Kabupaten Bekasi, jangan hanya kompensasi ke warga Karawang saja,” tegasnya kepada Dakta, Selasa (6/8).

Bupati Bekasi juga harus pro aktif untuk menuntut kepada Pertamina melalui pemerintah pusat, agar memberikan ganti rugi kepada para nelayan dan petambak di tiga Desa, yaitu Desa Pantai Bahagia, Pantai Bakti, dan Pantai Sederhana.

“Bupati Bekasi juga harusnya sudah melakukan pendataan melalui OPD terkait, nama-nama warga, nelayan, dan petambak yang terdampak limbah Pertamina tersebut, untuk diajukan penggantian ganti rugi,” jelasnya.[DAK]

Pin It

Comments are closed.