Kabupaten Bekasi Tak Mampu Serap Anggaran Rp1,03 Triliun

Kantor Pemerintahan Kabupaten Bekasi.[Dok.Humas]

POSBEKASI.COM | KABUPATEN BEKASI – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) di Kabupaten Bekasi kembali meningkat. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2018 bahkan menembus hingga Rp1.029.219.164.179.

Jumlah tersebut meningkat Rp137.282.561.859 dibandingkan Silpa 2017 yang mencapai Rp891.936.602.320

Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi, Nurdin Muhidin mengatakan adanya Silpa itu memang sudah dapat diprediksi sebelumnya.

“Kami sudah memprediksi Silpa bakal mencapai Rp1 triliun, karena tiap tahun kenaikan Silpa itu Rp130 miliar,” ucapnya di Cikarang seperti dikutip dari dakta.com, Jumat (3/5/2019).

Seperti diketahui, Silpa dapat dikatakan sebagai dana yang tidak mampu dibelanjakan dalam satu tahun anggaran. Namun, anggaran yang tidak mampu dibelanjakan itu (Rp 1,03 triliun), setara dengan biaya merenovasi total sedikitnya 643 sekolah dasar.

Padahal Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mencatat tahun 2017 sebanyak 3.220 ruang kelas SD rusak ringan, 1.350 rusak ringan dan 290 rusak berat, jika anggaran yang tidak terpakai tersebut dibangun untuk memperbaiki sekolah maka tidak ada lagi sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

APDB Kabupaten Bekasi sebenarnya termasuk salah satu yang tertinggi di Jawa Barat bersama Kabupaten Bogor dan Kota Bandung. Namun, besarnya anggaran tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal sehingga melahirkan silpa yang tak kalah besar. Silpa 2018 itu bahkan lebih besar dari APBD Kota Banjar tahun 2019 yaitu Rp800 miliar lebih.

Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bekasi, pada APBD 2018, pendapatan Pemerintah Kabupaten Bekasi sebenarnya mencapai Rp5.194.984.158.385 kemudian ditambah Silpa 2017 menjadi Rp6.086.920.760.705.

Namun tidak seluruhnya dianggarkan untuk pembelanjaan, melainkan hanya Rp6.027.560.676.782. Jumlah tersebut terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp2.838.343.039.239 serta belanja langsung Rp3.189.217.637.543.

Kemudian hingga akhir tahun, anggaran yang terserap hanya Rp5.057.701.596.526 atau 83,91 persen dari anggaran pembelanjaan. Alhasil, dari total pendapatan dikurangi pembelanjaan, menghasilkan Silpa mencapai Rp1,03 triliun.[DAK]

Pin It

Comments are closed.