Garut dan Tasik Kekurangan Tenaga Pengajar

Kunjungan kerja Komisi V DPRD Jabar ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah XI Kabupaten Garut.[IST]

POSBEKASI.COM | GARUT– Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Chumaedi, mengatakan, beberapa SMA/SMK di Jawa Barat mengalami kekurangan staff pengajar berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal tersebut dikatakan Chumaedi disela kunjungan kerja Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat di Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah XI Kabupaten Garut, beberapa waktu lalu.

Chumaedi mengungkapkan, banyak keluhan dari pihak sekolah mengenai kurangnya tenaga pengajar. “Jadi ada dalam satu sekolah , hanya ada satu kepala sekolah PNS dan sisa nya adalah pegawai honorer” ungkapnya.

KLIK : Ketua DPRD Jabar Optimistis Angka Partisipasi Pemilu 2019 Meningkat

Minimnya jumlah tenaga pengajar berstatus PNS menurut Chumaedi, disebabkan oleh tidak sebandingnya lulusan sarjana pendidikan yang sesuai dengan spesifikasi.

“Dibutuhkan pendidikan atau seminar kepada tenaga pengajar untuk jurusan atau mata pelajaran tertentu. Seperti keahlian computer, guru olahraga, bahasa inggris” katanya.

Selain itu Ia menambahkan, pihaknya akan segera melakukan kordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengatasi permasalahan tersebut.[REL/POB]

Pin It

Comments are closed.