
“Jaringan narkoba Banjarmasin-Jakarta ini dibongkar Subdit I Ditresnarkoba. Ada sabu, inex dan Yaba yang merupakan narkotika jenis baru,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/1).
Ke 11 tersngka jaringan narkoba yang ditangkap, mereka adalah HAR, FIR, AH, GZ, NR, AR, AW, ZN, TON, FM, dan YAH.
Menurut Kombes Argo, narkotika Yaba jenis baru sudah lima tahun terakhir diproduksi dan beredar di kalangan tertentu. “Yaba ini narkotika jenis baru yang lima tahun sudah diproduksi dan baru kali ini berhasil ditangkap,” ujarnya.
Sementara, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan narkoba jenis Yaba ini adalah narkotika berbentuk pil tapi mengandung kandungan sabu.
“Yaba ini ineks tapi kandungannya sabu. Bentuknya sedikit beda sama ineks. Bentuknya lebih tipis dari ekstasi. Tapi kalau ekstasi kandungannya amphetamine. Yaba ini kandungannya metaphetamine,” kata Simanjuntak.
KLIK : Warga Blora Tewas Tergiling Mesin Limbah Plastik di Bantar Gebang
Dikatakannya, jaringan Banjarmasin-Jakarta menyelundupkan narkoba dalam kemasan Abon. “Narkoba ini dikirim dalam bentuk kemasan. Kemasan abon lele dan teri Medan dengan tiga jenis narkoba dalam kemasan berbeda. Yang yaba, 20 ribu butir itu dikirim dalam kemasan teri medan. Sedangkan sabu dan Inex dalam kemasan abon lele,” ungkapnya.
Barang bukti yang berhasil dsita dari 11 tersangka itu berupa, narkotika jenis metampetamin (shabu) sebanyak 6,5 kg, ecstasy sebanyak 57.578 butir dan ganja sebanyak 15,19 gram, dan Yaba sebanyak 20 ribu butir.[COK/POB]

