SMPN 48 Kota Bekasi Gelar LDKS di Tagana Training Center Sentul

Pasukan Baris Berbaris (PBB) pelajar SMPN 48 Kota Bekasi saat mengikuti LKDS di Tagana Training Center Sentul, Sabtu 5 Januari 2018.[POB]

POSBEKASI.COM | BOGOR – Pelajar kelas VII SMP Negeri 48 Kota Bekasi mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Tagana Training Center, Sentul, Kabupaten Bogor, Sabtu 5 Januari 2019.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 48, H.Hambali,SPd,MM, LDKS merupakan bentuk kegiatan yang bertolak ukur kepada peningkatan sumber daya siswa/siswi untuk mendalami dan memahami tentang konsep-konsep atau dasar-dasar organisasi.

“LDKS berfungsi sebagai koordinasi kegiatan yang sejalan dengan tujuan, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan luar, dan terpenuhinya fungsi dan peran seluruh komponen,” kata Hambali usai pembukaan LKDS yang berlangsung di gedung Dinas Sosial RI itu selama dua hari Sabtu 5 – Ahad 6 Januari 2019.

Lebih lanjut dikatakannya, LDKS adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan.

“Pelatihan dasar ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan di OSIS baru yang nantinya pelajar Kelas VII akan melanjutkan kepemimpinan dari kakak kelasnya,” terangnya.

Bimbingan materi LKDS SMPN 48 Kota Bekasi di Gedung Aula Tagana Training Center Sentul, Sabtu 5 Januari 2019.[POB]

Sementara, salah seorang guru pembina yang turut dalam membimbing LKDS, Deden Supriyadi,SPd.I, menyatakan LDKS diberikan dalam 2 bagian yakni, LDKS fisik dan mental.

“Pemberian materi dari kedua jenis LDKS ini tidak memaksakan pada fisik, melainkan lebih ditonjolkan pada kemampuan siswa pada bimbingan mental,” kata Dede.

Dikatakannya, pemberian materi kepemimpinan yang dibagi dalam beberapa sesi seperti, sesi kepemimpinan berupa penyuluhan mengenai karakter pemimpin yang benar.

Ada juga sesi komunikasi  mengenai penyuluhan cara-cara berkomunikasi yang benar sebagai layaknya seorang pemimpin.

“Termasuk sesi problem solving merupakan proses manajemen konflik , mengenai cara-cara seorang pemimpin memecahkan masalah secara efektif dan benar,” ujarnya.

Sedangkan pelatihan fisik materi yang diberikan secara garis besar merupakan baris berbaris.

“Bimbingan fisik dilakukan pada PBB untuk perpaduan antara langkah tegap, maju dengan balik kanan serta keempat jenis hadap-hadapan. Sehingga terjalinnya kebersamaan dengan memperhatikan dan menerapkan kedisiplinan,” katanya.[AYA/POB]

Pin It

Comments are closed.