
Gubernur Jabar Ridwan Kamil, menyatakan penataan kawasan wisata andalan di kawasan KBB tersebut akan mulai dikerjakan pada anggaran baru tahun 2019.
“Pengembangan wisata Situ Ciburuy, jadi tahun 2019 kita maksimalkan, dan Situ Ciburuy Insya Allah ikannya mudah dipancing,” kata Gubernur saat mengunjungi Situ Ciburuy, Sabtu ( Desember 2018 lalu.
Situ Ciburuy merupakan salah satu wisata yang juga punya nilai sejarah. Konon katanya, situ ini merupakan peninggalan Prabu Siliwangi, dan Ciburuy awalnya merupakan arena pertarungan para jawara di pulau Jawa.
KLIK : Libur Awal Tahun Pantai Tanjung Pakis Dipadati Wisatawan
Pada mulanya Situ Ciburuy dua sungai kecil yang ujungnya bertemu di Desa Ciburuy. Tahun 1918, lokasi pertemuan kedua sungai itu dibendung. Lalu airnya diatur untuk mengairi sawah-sawah desa. Lama kelamaan, bendungan ini airnya makin tinggi dan menggenangi wilayah seluas 14.76 ha. Tapi tanah tertinggi di tengah-tengah danau tidak tergenang, yang kemudian membentuk sebuah pulau kecil. Mayarakat setempat lantas memberinya nama Situ Ciburuy. Situ artinya danau, sedangkan Ciburuy adalah nama Desa.
Dari sisi budaya, sejak sekitar tahun 1942, setiap tahun di sekitar Situ Ciburuy selalu diadakan semacam upacara penolak bala. Upacara ini biasanya digabung dengan upacara menangkap ikan yang dinamakan “lotre”. Ketika itulah digelar pertunjukan wayang golek, kendang pencak dan ronggeng. Akan tetapi, belakangan kegiatan tersebut jarang di adakan.
Uniknya, di Situ Ciburuy adalah soal ikannya. Dimana masyarakat setempat dengan mudah memancing atau menjala ikan di tempat itu, sedangkan bagi pendatang atau orang luar mengalami kesulitan, seperti penggalan lagu Pop Sunda yang berbunyi, “Situ Ciburuy, laukna hese dipancing”.[REL/POB]

