
Mayat tersebut pertama kali ditemukan petugas keamanan Pulau Cina, Buhari, pada Ahad 30 Desember 2018.
Buhari sempat panik menemukan mayat tersebut langsung melapor ke Bhabinkamtibmas Polsek Kepulauan Seribu Utara. Kemudian, Kapolsek Kepualaun Seribu Utara IPTU Isbiyanto menindaklanjuti ke Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Jefri RP Siagian.
“Mayat tanpa identitas itu saat ditemukan kondisi mayat sudah membengkak tanpa busana serta sulit untuk dikenali memiliki tinggi 165 sentimeter itu berusia 35-40 tahun merupakan korban tsunami Selat Sunda. Namun, polisi belum bisa memastikan kebenaranya sebelum dilakukan visum serta berkoordinasi dengan BPBD Banten maupun Lampung,” kata Jefri.
Menurut Jefri, ketika ditemukan mayat tanpa identitas itu masih dalam kondisi badan yang utuh. Namun, keadaannya sudah membusuk. “Keadaan badan, kaki, tangan, dan kepala utuh, namun kondisi wajah rusak. Mayat pria tersebut langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk divisum. Penyebab kematian masih diselidiki anggota Polres Kepulauan Seribu,” katanya.[MET/POB]

