Sapto: Relawan TIK Berkontribusi dalam Penyiapan SDM di Era Digital

Sapto Waluyo pada acara Festival TIK di Cirebon dilangsungkan 1-2 Desember 2018.[IST]

POSBEKASI.COM | CIREBON – Pendiri Jaringan Media Profetik (JMP), Sapto Waluyo, menyambut Festival TIK (teknologi informasi dan komunikasi) tingkat nasional yang dilaksanakan di Cirebon pada 1-2 Desember 2018.

Acara tersebut merupakan inisiatif Relawan TIK didukung Kemenkoinfo dan Pemda Cirebon. Ratusan peserta dari berbagai daerah disambut Dirjen Aplikasi Teknologi Informatika yang mewakil Menkominfo.

Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan sambutan secara daring karena sedang bertugas ke mancangara. “Festival TIK telah memasuki usia ke-7 berarti cukup panjang upaya yang dilakukan. Banyak hal sudah dicapai, namun Relawan TIK harus meningkatkan kapasitas sesuai dengan perkembangan teknologi digital,” pesan Rudiantara. Salah satu program Kemenkoinfo adalah mencetak 20.000 digital talents dengan beragam kompetensi yang memenuhi tuntutan revolusi industri 4.0.

Sapto merespon arahan menteri dengan menunjukkan kontribusi Relawan TIK dalam mempersiapkan SDM andal melalui workshop dan pelatihan berjenjang. “Kami baru saja menggelar workshop tentang internet sehat dan pembuatan Video Blog berkolaborasi dengan Dinas Kominfo Kota Depok dan STT Nurul Fikri. Pesertanya mbludak dari berbagai latar belakang,” ujar Sapto yang tercatat sebagai anggota RTIK Depok dan Dosen STT NF.

KLIK : Sapto Dorong Kaum Milenial Geluti Jurnalistik

Workshop RTIK Depok merupakan salah satu event penting yang dicatat dalam dokumentasi RTIK nasional. Selain workshop, kampus STT NF  yang menjadi Komisariat Khusus RTIK juga mengadakan Sekolah Programer (divisi NF Computer) berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Depok dan YBM PLN. Pesertanya diseleksi ketat dan digembleng dalam waktu singkat agar menjadi programer andal yang siap kerja.

Sekjen RTIK Jakarta Raya (Jabodetabek), David Wahyu Wismanindra berharap Festival TIK menjadi ajang silaturahim dan tukar informasi serta karya para relawan dari seluruh daerah di Indonesia. “Cukup banyak kontribusi RTIK di daerah masing-masing, antara lain terkait penerapan smart city yang berbasis TIK. Disamping itu, meningkatkan kesadaran warga agar menjadi smart society,” jelas David yang ikut bermusyawarah untuk menentukan kepengurusan baru RTIK nasional.[RIS/POB]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.