
Disambut Sekretaris Pasar Baru Jatiasih, Udinm memperkenalkan paslon nomor urut 2 ini kepada para pedagang Pasar Batu Jatiasih.
“Pasar ini sudah 25 tahun. Pak Wali sebelumnya telah memperpanjang masanya lima tahun, seharusnya hanya sampai 20 tahun. Setelah ini, Pasar Baru Jatiasih akan dibongkar. Kami tidak setuju pembongkaran pasar ini,” kata Udin yang menjadi jubir para pedagang kepada Nur-Firdaus dan Sandi.
“Jika misalnya jadi direlolasi, kita menginginkan pedagang dilibatkan, seperti adanya dialog dengan para pedagang. Jangan sampai harga yang diatur pemerintah tidak terjangkau bagi para pedagang,” tambah Udin.
Misal Pasar baru yang direlokasi tambah Udin, harga permeternya menjadi Rp35 juta. “Jelas ini tidak terjangkau dan mencekik pedagang kecil,” ungkap Udin meminta Nur-Firdaus bila menjadi walikota dan wakil walikota para pedagang dilibatkan dalam pembangunan dan pengelolaan pasar sesuai standar para pedagang tentunya.
Senada dengan Udin, H.Darwi pedagang ayam Pasar Baru Jatiasih meminta kepada Nur-Firdaus untuk menata kembali pasar menjadi lebih modern.
BACA: Kejutan! Kartu KBM Nur-Firdaus Gratis Berobat di Seluruh Indonesia
“Saya lebih setuju jika pasar ini ditata kembali. Lebih modern, dibandingkan jika direlokasi ke tempat lain,” pinta Darwi yang sudah berdagang sejak tahun 90 an.

Mendapat aspirasi dari para pedagang, Nur Supriyanto menyanggupi dan berjanji untuk menata kembali pasar tradisional saat memimpin Kota Bekasi.
“Aspirasi para pedagang akan kami sosialisasikan karena itu sangat perlu dukungan para pedagang Pasar Baru Jatiasih saat pilkada nanti untuk mencoblos nomor 2. Saya meminta dukungan kawan-kawan. Sehingga bisa menunai janji ke depannya,” kata Nur Supriyanto disambut hangta para pedagang untuk mencoblos nomor 2.
Sementara, Sandiaga Uno berjanji akan membantu Nur-Firdaus menata Pasar Tradisional. “Seperti memberikan rekomendasi dan solusi bagi pasar tradisional hingga pendapatan pedagang terus bergerak maju,” kata Sandi yang juga Wagub DKI Jakarta itu.
Ketika ditanya solusinya, Sandi mengatakan ada beberapa hal. “Pertama pemberdayaan kewirausahaan. Pak Nur, akan meluncurkan program yang sangar menarik di tanggal 8 April nanti, seperti OKE OCE. Program ini di Jakarta sangat jitu sekali. Mudah-mudahan bisa diadaptasi di Kota Bekasi,” kata Sandi.
Tak ketinggalan, saat menyambangi pasar Nur-Firdaus mensosialisasikan Kartu Bekasi Maju (KBM) yang diepruntukan untuk membantu keluarga kurang mampu sekaligus memberi tiga jaminan yakni, jaminan kesehatan gratis, jaminan pendidikan SD-SMA gratis, dan jaminan bantuan sosial kepada keluarga kurang mampu sebesar Rp800 ribu per bulan.[REL/POB]

