Bekasi Online

Dicecar 18 Pertanyaan, Rayendra: “Jari Apanya? Tolong Dinetralisir Aja”

Sekda Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji usai diklarifikasi Panwaslu Kota Bekasi, Senin 19 Maret 2018.[IST]
posBEKASI.com, BEKASI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji akhirnya memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi pada Senin (19/3/2018). Seusai klarifikasi dengan pihak Panwaslu, Rayendra menyatakan bahwa ia menghormati lembaga Panwaslu. Oleh karena itu ia memenuhi panggilan untuk klarifikasi.

“Yang pertama saya menghormati lembaga yang namanya panwaslu. Saya harus taat kepada pemanggilan. Yang kedua, kalau hasilnya apa, karena saya terpanggil, silakan tanyanya ke Panwaslu,” kata Rayendra kepada awak media.

Rayendra mengaku diberi 18 pertanyaan untuk diklarifikasi. Saat ditanya seputar pernyataan kontroversinya dulu mengajak ASN memilih kembali petahana saat Serah Terima Jabatan (Sertijab) Plh Wali Kota Bekasi di Aula Nonon Sontanie kawasan Pemkot Bekasi, ia membantah.

“Seputar penyampaian saya tentang ASN di ruang Nonon Sontanie, sementara saya tidak menyampaikan di ruang Nonon Sontanie, ya. Saya tidak merasa menyampaikan di ruang Nonon Sontanie pada tanggal 10 Maret pada waktu sertijab. 10 Maret selesai dari DPRD terus ke kantor  Nonon Sontanie, sertijab saja. Tidak ada sambutan,” jelasnya, “tidak ada sambutan apa-apa. Saya tandatangan-tandatangan. Bakorwil jadi saksi, Bakorwi, selesai, bubar,” tambahnya.

Adapun dengan bukti rekaman yang beredar belakangan, ia malah menanyakan dari mana data dan sumbernya.

“Darimana aja, itu aja saya tanya. Datanya dari mana?” tanyanya lagi.

Begitu juga terkait foto dirinya yang mengacungkan satu jari, saat diklarifikasi ia merasa hal itu perlu dinetralisir juga.

“Jari apanya? Tolong dinetralisir aja,” ucapnya.

Sementara itu ditanya terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), ia menyatakan ASN harus tetap netral. Untuk memilih nanti, kata Rayendra, ASN ia rasa sudah dewasa dan paham mana yang baik untuk mereka.

“ASN tetap netral ya, ASN itu kan, mereka itu pemilih kan sudah pada dewasa, ya. Sudah sangat mengerti mana yang baik buat mereka. Mana yang terbaik untuk masa depan Bekasi, saya tidak akan menekan apa-apa. Kalaupun menekan silakan sampaikan. Ada gak ASN yang ditekan oleh Sekda?” tegasnya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti menerangkan pemanggilan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN.

“Terkait pemanggilan sekda itu terkait laporan dugaan netralitas ASN kita menindaklanjuti itu. Untuk hasilnya nanti, ini kan baru proses klarifikasi,” ujarnya kepada awak media usai klarifikasi di Kantor Panwaslu, (19/3/2018).

Novita membenarkan laporannya terkait pidato yang disampaikan saat serah terima jabatan (Sertijab) Plh Wali Kota Bekasi.

Dan Rayendra membenarkan itu adalah suara dirinya (dalam rekaman yang diterima Panwaslu).

“Apakah ini rekaman Bapak? Ia beliau mengakui,” kata Novita mengulang jawaban Rayendra.

Adapun lokasi pidato, Novita menjelaskan bahwa Rayendra mengaku itu berlangsung di Plaza Pemkot, “tadi dia mengakui di plaza, di luar, bukan di aula. Tapi itu kita kaji dulu, harus sama, dari saksi bagaimana. Yang pasti kita akan panggil saksi. Dari rekaman memang beliau ya. Cuma kalau benar itu pelanggaran, kita belum bisa. Di situ dia bilang ada Pjs bupati (Rudi Ganda Kusuma), ada 12 camat juga. OPD juga ada,” katanya lagi.

Panwaslu kini sedang menunggu penjelasan dari Muhamad Iqbal,  Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Bekasi yang menerima laporan dugaan pelanggaran tersebut.

“Kita menunggu Pak Iqbal. Pak Iqbal lagi ada program dengan MK di Bogor. Besok Pak Iqbal datang kita kaji bersama,” imbuhnya.

Jika nanti terbukti, kata Novita, maka pihaknya selanjutnya akan melaporkan pelanggaran tersebut ke pihak Komite ASN.

“Ketika terbukti terjadi berarti kita lapor ke KASN. Kan KASN yang bisa memberikan sanksi terhadap itu, dua hari ini paling cepat hasilnya ya, nanti kita akan tempel di papan informasi hasilnya. kita akan memanggil saksi-saksi pula. Ini ada beberapa saksi yang akan kita panggil pula.

Saksi terkait pasti dipanggil. Laporan 14 Maret ya. Jumlah saksi baru ada satu. Yang melaporkan hanya memberikan satu saksi bahwa kalau itu masuk dalam syarat formil dan materiil harus ada dua saksi.” pungkasnya.[]

Sumber: bekasimedia.com

BEKASI TOP