
“Tanggul di beberapa titik jebol menyebabkan banjir merendam permukiman, lahan pertanian dan fasilitas publik,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya yang diterima Posbekasi.com, Jumat 23 Februari 2018.
Dikatakannya, banjir melanda 9 kecamatan, yaitu Kecamatan Losari, Waled, Gebang, Ciledug, Pasaleman, Pabedilan, dan Plumbon. Ketinggian air banjir sekitar 100 – 200 cm. Terdapat sekitar 20.000 rumah terendam banjir.
“Banjir menyebabkan jalur keretapi lumpuh total. Jalur kereta DAOP 3 Cirebon lumpuh total, tepatnya jalur tengah antara Stasiun Ciledug-Ketanggungan mengarah ke Purwokerto dan Stasiun Tanjung-Losari arah Tegal,” terangnya.
Sementara itu banjir juga melanda wilayah di Kabupaten Kuningan sejak Rabu 21 Februari 2018, pukul 14:00. Banjir melanda Desa Margacina Kecamatan Karangkancana. Sebanyak 250 KK/987 jiwa mengungsi ke sanak saudara dan sebagian mengungsi di Balai Desa Kaduagung Kecamatan Karang Kencana
Di Kabupaten Bandung banjir kembali melanda 7 kecamatan yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Majalaya, Paseh, Ibun dan Solokan Jeruk pads Jumat 23 Februari 2018. Sedang yang terdampak longsor adalah Kecamatan Kutawaringin.
“Intensitas hujan yang tinggi selama tiga hari ini telah mengakibatkan terjadinya banjir longsor di Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Dampaknya, 9.938 rumah tergenang, 29.814 jiwa terdampak banjir, dan 10 gedung sekolah tergenang. Arus lalin penghubung dari Andir ke Katapang, Dayeuh Kolot ke Banjaran, Dayeuhkolot ke Ciparay dan dari Majalaya ke Rancaekek saat ini lumpuh total tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun empat. “Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 30 hingga 200 centimeter,” tambagnya.[POB6]

