Bekasi Online

Ustadz Tambun Diteror Saat Hendak Shalat Duha di Rumahnya

Ustadz Ridwan.[IST]
POSBEKASI.COM, TAMBUN – Ustadz Ridwan Syakir mendaoat teror dari orang tak dinela (OTK) di kediamannya Kampung Gudang RT 01/02, Desa Karangsatria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu 21 Februari 2018, pukul 08.00.

Teror tersebut trejadi ketika Ustadz Ridwan hendak hendak melaksanakan shlat duha, dikejutkan kehadiran dua orang pria yang tidak dia kenal datang ke rumahnya.

Seorang dari dua orang itu berbadan gemuk mengetuk pintu dengan keras, sementara satunya lagi bertubuh mungil dengan usia sekitar 17 tahun hanya terdiam.

Ustadz Ridwan menghampiri kedua pria itu menanyakan maksud kedatangannya. “Saya tanya, Anda mau mencari siapa?” kata Ridwan kepada pria bertubuh gemuk berinisial diketuahi berinisial FF,36 tahun.

Dengan lantang FF menjawab “Mencari Ustaz Ridwan Syakir” ucap FF.

Ustadz Ridwan langsung menjawab bahwa orang yang dicari adalah dia, FF langsung mengumpat sambil memaki Ridwan. “Emang lo orang yang gue cari,” jawab FF kepada Ustadz Ridwan.

Ustadz Ridwan menyarankan agar FF berkata sopan sambil meminta maaf kepada tamunya tidak bisa menjamu mereka dengan baik karena keadaannya tengah sakit.

Ustadz Ridwan menawarkan tamunya duduk namun FF tetap memilih berdiri.

Ustadz Ridwan mulai khawatir,  FF akan memukul dan menendang karena posisinya terlihat siaga untuk menyerang. “Tangan dia sudah mengepal dan kaki bergetar, saya akhirnya pergi ke belakang rumah,” tutur Ustadz.

Niat Ustadz Ridwan ke belakang rumah untuk menghindari serangan ternyata FF sudah lebih bersiaga di pintu belakang rumahnya setelah bergegas dari pintu depan.

Ketika Ustadz Ridwan, menanyakan asal daerahnya  FF tidak menjawab. “Dia mendadak emosi dan berkata ada yang menghinanya mualaf brengsek dan kurang ajar,” ujar Ustadz Ridwan.

Selanjutnya Ustadz Ridwan bertanya siapa yang mengatakan hal itu padanya. “Jamaah lo yang bilang begitu,” jawab FF.

Warga sekitar rumah Ustadz Ridwan yang mendengar teriakan FF langsung datang berkermun, dan warga langsung mengamankan FF ke Kantor Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) Tambun Utara.

Lebih lanjut dikatakan Ustadz Ridwan seorang pelaku lainnya cenderung diam, dan ketika ditanya warga, bocah itu mengaku bahwa ia korban penculikan dan mengaku kangen dengan orangtuanya yang tinggal di daerah Kota Tangerang.

“Itu anak kecil diculik 1 tahun yang lalu, bapak dia memang mencarinya dan ibunya sakit,” katanya.

Atas kejadian ini, Ridwan menduga, FF adalah orang gila. Setiap pertanyaan, selalu dijawab dengan kalimat yang tidak nyambung dan selalu terbawa emosi. “Saya syok dengan kejadian ini,” ungkap Ustadz Ridwan.[JAL/PB]

BEKASI TOP