Bekasi Online

Wawali Bekasi Ikuti Simulasi Laboratorium Telkom Smart City Nusantara

Wakil Walikota Bekasi, H Ahmad Syaikhu, say berkunjung ke Living Laboratorium Smart City Nusantara milik Telkom di Gunung Sahari Jakarta, Kamis 24 Agustus 2017.[IST]
POSBEKASI.COM, BEKASI -Wakil Walikota Bekasi, H Ahmad Syaikhu, berkunjung ke Living Laboratorium Smart City Nusantara milik Telkom di Gunung Sahari Jakarta, Kamis 24 Agustus 2017.

Didampingi Kadis PUPR Kota Bekasi Tri Adhianto dan Kabid IT Kominfo Statistik dan Persandian,  Erwin, Ahmad Syaikhu berkesempatan menyaksikan langsung simulasi Zona Smart City dengan berbagai penerapan aplikasinya.

“Aplikasi smart city di Lab Telkom Smart City Nusantara dibagi tiga jenis yakni smart goverment, smart industry, dan smart citizen,” kata GM Telkom Ritel Bekasi, Tomi. “Ketiganya menjadi dasar dan mudah-mudahan menginspirasi bagi penerapan prinsip smart city di daerah. Untuk itu ditambah istilah nusantara,” kata Ahmad Syaiku.

Saat simulasi smart goverment, wilayah Kota Bekasi ada di data base dan salah satu persoalan yang pertama kali muncul yakni kemacetan. Tomi sedikit menjelaskan upaya penanganan kemacetan dari segi smart city berbasis IT dengan jalan rekayasa lampu lalulintas.

“Dengan aplikasi dan lewat CCTV terpasang bisa kita rekayasa durasi lampu lalulintas. Bagaimana kondisi dilapangan saat itu guna mengurai kemacetan” ucap Tomi.

Saat itu, tampak Ahmad Syaikhu terlihat takjub akan sistem smart city di Telkom. Hampir semua aplikasi juga dapat dimonitor lewat smartphone. Contohnya saat ia telah melihat simulasi penanganan kemacetan, aplikasi absen pegawai dan e-pelaporan. Lalu ia melihat sudut spot khusus seperti ruang server, dan ruang comand centre.

“Terimakasih. Ini sangat menginspirasi kami di Pemkot Bekasi. Insya Allah kita wujudkan di Kota Bekasi Jawa Barat,” katany.

Sementara pada pojok sudut smart industry dijelaskan mengenai aplikasi updating pendapatan dari pajak daerah dan penggunaan aplikasi guna melihat tren positif di media sosial terhadap produk atau instansi bahkan terhadap individu perorangan.

“Dari aplikasi ini kita bisa menyiasatinya dengan promosi dan publikasi yang diperlukan,” kata Wawali Ahmad Syaikhu. Ia mendapatkan informasi bahwa lewat aplikasi ini Telkom melihat potensi promosi wisata danau Toba dan Singkarak.

Ia pun bersyukur Kota Bekasi terus didukung Telkom dan LAPI ITB agar Kota Bekasi mampu mewujudkan Smart City.

Kota Bekasi juga baru-baru mendapatkan sejumlah prestasi setelah dinobatkan masuk menjadi 10 Kota Metropolitan se-Indonesia sebagai Kota Cerdas apalagi lebih optimis setelah dibentuk juga Dewan Kota Cerdas.

Juga ada aplikasi milik Kota Bekasi Pengaduan Online Terpadu (POT), SOROT, dan call center URC di nomor layanan gratis 1500444.

”Smart city bukan untuk gaya-gayaan saja, tapi juga  problematika perkotaan atau lingkup provinsi agar cepat tertangani oleh semua stakeholder,” ujarnya.[adv/humas]

BEKASI TOP