
“Salah satu peran aktif KPAD dalam menunjang program pemerintah daerah dalam mengurangi angka gizi buruk di Kabupaten Bekasi,” kata Rojak, Minggu 20 Agustus 2017.
Dikatakannya, diperlukan pengawasan dan pendataan agar kinerja dari dinas terkait dapat lebih terarah dengan menjalankan fungsinya harus ada pengawasan secara intensif agar lebih terarah dan sesuai sasaran.
“Data gizi buruk di Kabupaten Bekasi memang mengalami penurunan tapi itu bukan menjadi acuhan, masih banyak orang tua yang tidak mengerti pentingnya gizi bagi anak,” ujarnya.
Menurutnya, KPAD Kabupaten Bekasi dan pemerintah daerah akan terus bersinergi untuk jauh menekan angka gizi buruk yang sudah masuk dalam program kerja. “Melakukan sosialisasi bahwa gizi anak cukuplah penting bagi pertumbuhaan,” tambahnya.[MET]

