Bekasi Online

Waspadai Penyusup, Sekda Larang Pergantian Pengurus RT/RW Sampai Pilkada

Kantor Pemko Bekasi.[RAD]
POSBEKASI.COM, BEKASI – Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, mengeluarkan surat edaran penundaan pemilihan dan pemekaran RT/RW sampai Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yang akan dilangsungkan pada 2018.

“Kalau sekarang mengadakan penggantian pengurus RT dan RW, ternyata orang baru dan penduduk setempat ada penyusupan maka datanya tidak akan aman jadi saya sengaja buat edaran itu supaya untuk pengamanan jumlah penduduk pemilih di wilayah itu,” kata Rayendra Sukarmadji di Bekasi, Selasa 15 Agustus 2017.

Hal inilah katanya, yang mendasari dikeluarkannya surat edaran terkait dengan pengamanan suara pemilih Pilkada agar tidak ada kekacauan. Hal ini diakuinya sudah dikoordinasikan dengan KPU Kota Bekasi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta instansi terkait lainnya.

“Saya yang memimpin jalannya rapat tersebut. Surat edaran bernomor 100/5799-setda tertanggal 7 Agustus 2018 itu berisi tiga poin imbauan yang ditandatanganinya,” katanya.

Ketiga point tersebut adalah, pertama, tidak melakukan pemilihan dan pemekaran ketua RT dan RW di wilayahnya masing-masing sampai dengan proses Pilkada berakhir.

Kedua, apabila ada ketua RT dan RW telah habis masa baktinya agar dilakukan perpanjangan sampai dengan berakhirnya pelaksanaan Pilkada.

Ketiga, mencabut Surat Edaran Sekda Kota Bekasi Nomor 149/3587/setda tanggal 28 April 2017 tentang pemekaran RT/RW se-Kota Bekasi tahun 2017-2018.

“Masyarakat harus memahami maksud dari dikeluarkannya edaran itu secara positif sehingga tidak terjadi perdebatan. Jangan salah dijabarkan, kadang kala orang digiring pada kepentingan Pilkada 2018. Ini itikad baik saya agar tidak ada penyusupan dalam data pemilih yang kini sedang diverifikasi instansi terkait,” ungkapnya.[adv/humas]

BEKASI TOP