Bekasi Online

DPRD Jabar Miris Melihat Siswa Di Tengah Kota Bekasi Belajar Di Lantai

Walikota Bekasi Rahmat Effendi membuka selubung papan nama SMAN 18 ditandainya pembangunan gedung sekolah SMAN 18 pada tahun 2015.[DOK]
POSBEKASI.COM, BEKASI – Tahun ajaran baru 2017/2018 bagi siswa-siswi SMAN 18, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan.

Khususnya bagi 140 murid kelas X IPA 1, X IPS 1, X IPS 2, dan X IPS 3 terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di lantai akibat tidak memiliki fasilitas meja dan bangku belajar (mebeler).

Sementara, Dinas Pendidikan Kota Bekasi tidak ingin disalahkan. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, mengatakan pihaknya tengah membuat nota kesepahaman (MoU) dengan provinsi terkait dana hibah untuk membantu SMAN/SMKN yang kewenanganny telah diambil alih Provinsi Jawa Barat.

Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat, M Syahrir, miris melihat kondisi pelajar yang belajar di lantai akibat tidak memiliki fasilitas meleber.

“Sangat miris melihat kondisi tersebut, di tengah kota masih ada sekolah belajar di lantai,” kata Syahrir kepada wartawan, Kamis 27 Juli 2017.

Diakui Syahrir, pengelolaan SMA/SMK saat ini merupakan kewenangan Provinsi Jabar ynag baru diambil alih dari Diknas Kota Bekasi.

“Pengelolaan SMA/SMK baru tahun ajaran baru ini diambil alih Provinsi Jabar, sebelumnya kemana Pemko Bekasi?,” kata Syahrir.

Namun demikian, Syahrir berjanji akan memprogres dan meminta mitra kerja Komisi 1 biro aset provinsi untuk mencari lahan pembangunan sekolah dan siswa segera memperoleh fasilitas meleber.

“Saya berharap kondisi seperti ini tidak ada lagi di wilayah Jabar, karena kita sangat cukup dan bisa mempunyai sekolah-sekolah yang fasilitasnya lebih dari daerah lain untuk proses belajar mengajar,” ujarnya.

Syahrir juga meminta Pemerinta Kota dan Kabupaten di Jabar untuk benar-benar menginventaris sekolah yang memiliki kekurangan fasilitas belajar mengajar.

“Pemkab dan Pemko juga harus pro aktif menginventaris data-data sekolah yang berkekurangan meleber, dan Pemrov Jabar harus lebih meningkatkan fasilitas belajar mengajar terutama sekolah di pelosok-pelosok,” katanya.[SOF]

BEKASI TOP