Bekasi Online

Jelang Ramadhan, Polisi Gelar Operasi Sembako dan Preman di Setu

Polisi saat melakukan penggeledahan terhadap sejumlah orng diduga preman yang nongkrong pada dinihari.[MIN]
Polisi saat melakukan penggeledahan terhadap sejumlah orng diduga preman yang nongkrong pada dinihari.[MIN]
POSBEKASI.COM, SETU – Polsek Setu mulai melakukan operasi penimbunan sembako di wilayah hukumnya guna menjaga stabilitas harga sembako menjelang bulan suci Ramadhan.

“Peringatan keras kita sampaikan ke sejumlah pedagang untuk tidak menimbun sembako menjelang Ramadhan. Kita sudah memulai operasi penimbunan sembako di pasar-pasar yang dapat memicu naiknya harga sembako menjelang Ramadhan. Pedagang yang kedapatan menimbun sembako akan kita tindak tegas,” Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, melalui Kasi Humas Polsek Setu Aiptu Parjiman, di Mapolsek Setu, Minggu 7 Mei 2017.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Setu, Iptu Indon Sitorus,SH,MM, bersama tim gabungan melakukan operasi kewilayahan dengan menyisir tempat-tempat mangkal premanisme dan pelaku tindak kejahatan lainnya, pada Minggu 7 Mei 2017 dinihari.

Operasi premanisme dan penyisiran lokasi rawan tindak kejahatan di perbatasan wilayah hukum Polsek Setu menyentuh batas wilayah Pasir Angin Cileungsi Kabupaten Bogor, Mustika Jaya, Kota Bekasi dan wilayah perbatasan dengan Polsek Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

“Meski tidak mendapati atau tidak ada mengamankan preman atau pelaku kejahatan, namun operasi gabungan dengan Unit Sabhara dan dan Intelkam yang dipimpin Iptu Indon Sitorus sempat melakukan penggeledahan dan membubarkan kumpulan sejumlah anak muda yang nongkrong hingga dinihari,” kata Aiptu Parjiman.

Menurut Aiptu Parjiman, operasi tersebut dilakukan secara rutin khususunya memasuki bulan Ramadhan agar wilayah hukum Polsek Setu lebih kondusif dan ketenangan warga saat menjalan ibadah Ramadhan mendatang.

“Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan ketenangan dan kenyaman pada umat muslim di bulan Ramadhan nanti, karenanya berbagai operasi kewilayahan terus kita lakukan baik siang maupun dinihari,” tutur Aiptu Parjiman.

Operasi yang menyentuh perkampungan, pemukiman dan perumahan lanjut Aiptu Parjiman, oeprasi itu juga memantau berbagai sentra-sentra ekonomi.

“Operasi ini juga menyentuh sentra perekonomian dan kantor-kantor pemerintahan. Untuk pedagang warung jamu atau toko kelontong lainnya kita imbau tidak menjual minuman beralkohol,” katanya.

Peringatan keras kita sampaikan ke sejulah pedagang untuk tidak memperjual belikan minuman keras. “Bila terdapat langsung akan kita sita dan pedagangnya akan kita periksa sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.[MIN]

BEKASI TOP