Bekasi Online

Pasutri “Vaksin Palsu” Di Vonis 10 dan 8 Tahun

Pasangan suami istri, Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, produsen vaksin palsu saat menjalani sidang perdana di PN Kota Bekasi, pada 11 November 2016.[DOK]
Pasangan suami istri, Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, produsen vaksin palsu saat menjalani sidang perdana di PN Kota Bekasi, pada 11 November 2016.[DOK]
POSBEKASI.COM – Pasangan suami istri (pasutri), Syafrizal dan Iin Sulastri yang berperan membantu peredaran vaksin palsu serta proses produksinya di jatuhi vonis hukuman penjara yang berbeda dengan denda masing-masing Rp100 juta.

“Syafrizal divonis 10 tahun penjara dan istrinya Iin Sulastri di vonis 8 tahun penjara, dengan masing-masing denda Rp100 juta,” kata Kepala Humas PN Kota Bekasi, Suwarsa, Sabtu 18 Maret 2017.

Menurut Suwarsa, hukuman Iis lebih ringan dua tahun dari suaminya karena pertimbangan yang bersangkutan baru melahirkan anak. “Pertimbangan vonis Iin lebih rendah karena baru saja melahirkan anaknya,” katanya.

Selain memvonis pasutri itu, PN Kota Bekasi juga telah menetapkan vonis hukuman penjara terhadap Irnawati yang berperan sebagai perawat Rumah Sakit Harapan Bunda, Pondok Ungu, Bekasi Utara, dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Untuk terdakwa Seno bin Senen selaku perantara antara produsen dan pihak rumah sakit di vonis 8 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar.

Sedangkan terdakwa M Farid selaku pemilik apotek yang mengedarkan vaksin palsu di vonis 8 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar.

“Kelima terdakwa terbukti bersalah karena melanggar Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” katanya.

Suwarsa mengatakan, telah ditetapkannya vonis ke lima terdakwa, masih ada 14 terdakwa vaksin palsu lainnya yang masih menanti vonis.

“Untuk sidang vonis ke 14 terdakwa lainnya dijadwalkan mulai Senin 20 Maret 2107 mendatang, hingga paling lambat 25 Maret 2017, seluruh sidang terdakwa sudah diputuskan,” ungkapnya.[RIS]

BEKASI TOP