Lagi, Jalan Raya CBL Ambles, Tender Jalan Jadi Bancakan Pungli

Jalan Raya Inspeksi Kali Malang, CBL, Kampung Kedaung ambles, Rabu 8 Maret 2017.[IST]

Jalan Raya Inspeksi Kali Malang, CBL, Kampung Kedaung ambles, Rabu 8 Maret 2017.[IST]

POSBEKASI.COM – Jalan ambles di Kabupaten Bekasi kembali terjadi. Akibat kontruksi cor beton asal-asalan, akhirnya banyak jalan yang tidak sesuai bestek mengakibatkan jalan ambles.

Kali ini, Jalan Raya Inspeksi Kali Malang, Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kampung Kedaung RT05/04, Desa Kerta Mukti, Kecamatan Cibitung arah ke Cikarang, ambles pada Rabu 8 Maret 2017, pukul 13:00.

Aparat polisi kembali disibukan dengan persoalan jalan di kabupaten yang sepertinya tidak begitu perduli bagi Pemkab Bekasi.

Akhirnya, masyarakat terimbas kesulitan dan polisi sibuk mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.

Setengah badan jalan yang ambles sepanjang 10 meter kedalaman sekitar 40 cm diakibatkan karena tanah labil dan mudah longsor.

Ketua RT05, Amrulloh, meminta kenderaan roda empat dengan beban berat tidak melalui jalan tersebut karena dikhawatirkan jalan semain ambles.

“Sampai jalan belum diperbaiki, mobil besar atau beban berat tidak di perbolehkan lewat lokasi ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan semakin amblesnya jalan,” kata Amrulah kepada Posbekasi com, Kamis 9 Maret 2017.

Warga Kerta Mukti, Cibitung, itupun berharap Bupati Neneng Hasanah Yasin mau turun tangan langsung melihat coran Jalan Raya CBL yang ambles. “Padahal belum lama dibangun sudah rusak,” kata salah seorang warga.

Ditambahkannya, sewaktu pekerjaan jlan tersebut pemenang tender yang mengerjakan bukan ahli dibidangnya, akhirnya mengabaikan kwalitas bangunan dan mengejar kwantitas semata yang penting cepat cair uang proyek dan para pemenang tender dipotong 20 persen dengan alasan bila rusak untuk perbaikan atau tidak bayarkan.

“Tapi kenyataanya biaya APBD untuk pembangunan sara jalan buat bancakan para penguasa yang mempunyai peran tersebut ini segera diusut kalau Bekasi Kabupaten pingin jadi Kota Anti Korupsi sudah 700 lebih pejabat teras pingin menduduki kursi harus bayar uang pelicin sampai-sampai jabatan Kasi dilingkungan Pemkab saja harus menguras tabungan 150 juta,” terang warga yang tak ingin disebutkan identitasnya itu.[MIN]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *