Bekasi Online

Ini Tuntutan JPU pada 20 Terdakwa Vaksin Palsu

Pasangan suami istri tersangka pemalsuan vaksin.[IST]
Pasangan suami istri tersangka pemalsuan vaksin.[IST]
POSBEKASI.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menunutu 20 terdakwa kasus vaksin palsu antara 8 sampai 12 tahun. Tuntutan JPU itu disampaikan pada persidangan di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Senin 6 Maret 2017.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kota Bekasi, Andi Adikawira, mengatakan dari 18 berkas dengan 20 terdakwa telah selesai sidang tuntutan dengan hukuman penjara dan denda dari Rp50 juta smapai tertinggi Rp1 miliar.

“Untuk tuntutan hukuman 12 tahun penjara diberikan pada terdakwa Rita Agustina dan Hidayat Taufiqurahman selaku pasangan suami istri produsen vaksin palsu. Keduanya didenda masing-masing Rp300 juta,” kata Andi.

Terdakwa Nuraini dituntutan hukuman penjara 12 tahun dengan denda Rp100 juta,  sebagai pemasok botol bekas pada Rita dan Hidayat. Begitu juga terdakwa Agus Priyanto selaku produsen dituntut 12 tahun penjara dan didenda Rp100 juta.

Terdakwa Irnawati (perawat Rumah Sakit Harapan Bunda Pondokungu), terdakwa Iin Sulastri (produsen dan Syafrizal selaku produsen) juga dituntut 12 tahun penjara dengan denda masing-masing Rp100 juta.

Untuk terdakwa yang berperan sebagai distributor vaksin palsu yakni, Kartawinata, Syahrur Munir, Sutarman, Mirza dan M Farid dituntut 10 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar.

Sedangkan 9 terdakwa lainnya, Sugiyati (pengumpul botol) dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp50 juta, Manoguelly Novita (bidang penerima) dituntutan 10 tahun penjara dan denda Rp100 juta. Thamrin (pengedar dan perantara) dituntut  9 tahun penjara dan denda Rp300 juta, Seno (perantara) dituntut  9 tahun penjara dan denda Rp300 juta.

Sedangkan terdakwa Milna (bidang Klinik Jati Asih) dituntut 10 tahun penajara, Suparjan (pemilik Klinik Jati Asih) dituntut 10 tahun penjara, Sutanto (pencetak label kemasan) dituntut  5 tahun penjara dan Dokter Hud Mars dituntut 10 tahun penjara.[ZAI/SUB]

BEKASI TOP