Bekasi Online

Tim Relawan RSHD Latih Korban Banjir Kuningan Cara Pengobatan Tradisional

Tim Redtipna relawan RSHD yang membantu korban banjir Kuningan.[IST]
Tim Redtipna relawan RSHD yang membantu korban banjir Kuningan.[IST]
POSBEKASI.COM – Tim Relawan Dakwah Thibbun Nabawi dan Pengobatan Tradisional (Redtipna) dari Rumah Sehat Hijau Daun (RSHD) Bekasi Tmur Regensi (BTR), memberangkatan enam orang relawan ke Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa 31 Januari 2017.

“Tim Redtipna membawa sejumlah bantuan berupa pakaian layak pakai sumbangan dari masyarakat untuk membantu korban banjir Kuningan,” kata Koordinator Tim Redtipna, Purwanto kepada Posbekasi.com, Selasa 31 Januari 2017.

Menurut Purwanto yang didampingi Sony, selain membawa pakaian layak pakai Redtipna juga membawa sejumlah obat-obatan tradisional (herbal) serta alat-alat kebersihan korban banjir.

“Disana nanti, kami juga melakukan cek kesehatan pada warga korban banjir dan mengadakan pelatihan pengobatan tradisional,” kata Purwanti yang berangkat bersama 6 anggota Tim Relawan Redtipna dari RSHD BTR, Cimuning, Kota Bekasi, pada Senin 30 Januari 2017 malam.

Purwanto mengatakan, pelatihan pengobatan tradisional dari tenaga ahli RSHD, seperti bekam, akupuntur maupun aromaterapi untuk melatih warga agar mereka memiliki keahlian dalam pengobatan alternatif.

“Kami akan melakukan pelatihan di Mushola dan Masjid disekitar desa, diharapkan setelah keadaan desa pulih dari bencana banjir dapat membuka dan berusaha dalam pengobatan tradisonal. Jadi kami lebih fokus pada keahlian agar mereka nanti memiliki pekerjaan dan membuka lapangan kerja. Semua itu kami berikan secara cuma-cuma,” terang Purwanto.

Sebagaimana diketauhi, bencana banjir yang menggenangi sejumlah desa dipinggir aliran Sungai Cijangkelok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, pada Minggu 22 Januari 2017 lalu, merupakan banjir terbesar dalam 35 tahun terakhir ini.

Sedikitinya 2000 rumah warga di delapan desa berbatasan dengan Jawa Tengah itu terendam banjir dan ribuan warga mengungsi.[RAD]

BEKASI TOP